Thursday, October 1, 2009

Kamar Untuk Sembunyi

Tidak pernah ada seorang pun mengklaim kamar tidur yang satu itu. Kamar yang lebih besar dari kamar-kamar tidur lainnya di rumah kami. Dengan jendela lebar nyaris selebar dinding menghadap langsung ke halaman depan. Ada sebuah tempat tidur, sebuah rak, dan tumpukan koper-koper tua berdebu di atasnya. Tergeletak di sudut, sebuah vas dan tiga tangkai bunga kristal yang batangnya patah.

Ibu menjadikannya kamar cadangan jika ada yang saudara yang datang menginap. Tetapi mereka malah memilih tidur di kamarku. Membuatku tergusur ke kamar lain. Akulah yang akhirnya tidur di kamar besar itu.

Belakangan kamar itu menjadi kamar untuk sembunyi, menghindari orang-orang yang tak kusukai. Ibu berkata ia tak suka sikapku itu. Lalu kukatakan padanya untuk menyuruh orang-orang itu berhenti menyindirku, mencampuri urusan perjodohanku dan menanyakan hal-hal yang bukan urusan mereka, baru akan beramah tamah dengan mereka sampai mereka pulang.

"Eyang Roem nggak akan suka sikap seperti itu."
Ya. Ya, tentu saja. Tapi aku bukan puteri keraton seperti Eyang Roem. Pikirku dengan keras kepala.
Dan tetap saja aku akan menghilang ke kamar itu setelah bersalaman dan berbasa basi sebentar dengan orang-orang itu.

Di kamar itu aku menyimpan pakaian-pakaianku, novel-novel yang sedang dan belum kubaca, dan setumpuk bahan rajutan yang tak kunjung terselesaikan. Kadang-kadang aku tidak mengerjakan apa-apa di kamar itu selain tidur dan terbangun ketika azan ashar bergema.

Pada akhirnya, kamar itu benar-benar menjadi tempatku menghilang sebentar. Tidur siang atau membaca. Kadang-kadang merajut dengan susah payah sampai tanganku terlilit benang lalu kusudahi sambil menggerutu.

Kadang-kadang terjadi peristiwa ajaib ketika kamar itu benar-benar melenyapkan aku.

"Kamu kemana aja? Dicari-cari, dipanggil-panggil dari tadi."
"Di kamar besar kok. Tidur."
"Tadi dicari kesana kamu nggak ada."
"Beneran tidur. Di atas tempat tidur."
"Masa sih?"

Kadang-kadang, kutemukan benda-benda tak terduga. Dua bilah kujang, sejenis keris tradisional Jawa Barat kutemukan di dalam lemari, di bagian paling bawah. Tertimbun selimut-selimut tua berbau apak.

"Ini kujang siapa?"
"Itu senjata Kakek."
"Senjata biasa kan?"
"Iya. Nggak ada sakti-saktinya."
"Sudah berkarat gini. Kalau dicuci dan diasah pasti tajam lagi."
"Iya tapi buat apa?"
"Lho, senjata fungsinya apa? Buat membela diri kan?"
"Membela diri?"
"Iya membela diri dari orang-orang usil!"
"Ih sadis amat sih kamu!"
"Hehe..."

......

Kamar itu akan tetap menjadi kamar persembunyianku, selama di dunia ini masih banyak berkeliaran orang-orang yang menjengkelkanku.
Fyuh!


Image and video hosting by TinyPic

14 comments:

nie said...

pinjam kamarnya bentar dong, Enno. AKu lagi pengen sembunyi nih. :)

Henny Y.Caprestya said...

setuju sama nie..pinjam kamarnya beberapa hari deh mbak. boleh??

BrenciA KerenS said...

setuju sama 2 komen diatas.. aku juga mau pinjem kamarnya..

buat tidur yang lamaaa.. kalo bisa sekalian pas bangun udah ada nasi goreng sama es teh manis ya mbak...

*kabuurr*

Arman said...

hmmm gua gak mau pinjem kamarnya buat sembunyi sih, tapi kayaknya kalo dibongkar2 bisa nemu harta karun.. hahaha

Apisindica said...

Ikutannn....minjem kamarnya barang beberapa hari Mba,pengen sembunyi juga! Hehehe.

Tapi sampai kapan yah kita bisa bersembunyi dari sesuatu. Menghadapinya secara ksatria mungkin langkah yang paling bijak yang bisa dilakukan. Tapi itu nanti aja, sekarang mending kita sembunyi bareng-bareng di kamar besarnya mba enno. Yuk!!!

Elsa said...

brarti kamarnya enno favorit tuh!!

denny said...

iya, kucari diatas lemari tak ada,
dibawah kasur tak ada,
kemana sih kau mok??


udahlah,
kemari aja,
sama abang deny imut menawan sepanjang hari ini..
makan martabak telor kita..???

:P

Galuh Riyadi said...

Tempat persembunyianku di genteng... Ngga akan ada yang ganggu karena ngga ada satupun yang mau repot2 manjat kesitu... Bahkan saya udah investasi 1 buah tikar, senter dan autan disana... ;p

Apa kabar mbak? Glad to have u back...

Gogo Caroselle said...

kaya sanctuary yah?
aku juga mau mba sanctuary hehehe

lilliperry said...

menyenangkan jika kita punya sebuah tempat yang memang cuma ada kita..

itu fotonya bukan foto mbak enno kan..?
terlalu bagus kalo itu mbak enno.. walaupun dari belakang *kabur* wakakaka

Sari said...

Kamar kostku merangkap kamar sembunyi juga...tinggal kunci kamar, matiin lampu...perfecto :P

Wanodyayu said...

Kamarnya gak mistis kan ? masa dicari di sana gak keliatan ?

ajenkajenk said...

gyaaa...ternyata suka ngumpet di kamar juga yaaaa...xixixixi...


Yups daripada dengerin cicitcuit yang bikin kuping panas mendingan kabur ya mbak huehehehehe....diomelin urusan belakangan :P


Horeeee...ada temennyaaaa...

Enno said...

@nie, henny, brencia, arman, apisindica: kalo sebanyak ini yg pengen ikutan ngumpet, bakal ketauan musuh deh :P

@elsa: hehe kalo gitu aku tarik bayaran deh :P

@denny: ih nehi deh! :P

@galuh: waaah keren tuh! sayang, gentengku udah dibooking kucingku dan anak2nya... :)

@gogo: ada HTM-nya skrg... :P

@lilliperry: itu aku,,, sblm oprasi plastik yg gagal ituh :P

@sari: iya.. kamar kostku juga begitu :)

@wanodyayu: yg nyarinya aja matanya bolor hehe :)

@ajenk: hihihi toss dulu!

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...