Barangkali ini jadi posting random saya yang kesekian, dan di tengah-tengah sakit kepala sejak pagi. Menjelang ramadhan lagi, dan ketetapan hari yang 'agak' simpang siur lagi seperti tahun lalu. Saya cuma berharap, hari Lebaran tahun ini tidak akan bikin banyak orang kecele lagi seperti tahun lalu.
Ini ramadhan kedua tanpa Ibu. Kalau sudah begini maka saya akan berubah menjadi orang cengeng. Meskipun tidak akan selebay kakak perempuan saya dan adik laki-laki saya, sih :P
Sejak kemarin, orang-orang menanyakan hal yang menurut saya paling nggak penting sedunia: "Mau masak apa buat sahur pertama?"
Sesuatu yang nggak pernah terpikirkan, bahkan waktu ramadhan pertama tanpa Ibu tahun lalu. Saya biasa go with the flow. Memasak apa pun bahan makanan yang ada di kulkas saat itu. Jadi kenapa harus menyusun menu?
Mau nggak mau, gara-gara pertanyaan itu saya jadi kepikiran. Masak apa ya? Enaknya masak apa sih? Akhirnya pagi ini saya menunda rencana mencuci pakaian demi pergi ke pasar berbelanja bahan-bahan makanan. Mirip emak-emak sejati, kan? *sigh*
Menu sahur pertama, checked.
Sambil menulis ini, saya sedang meriset bahan-bahan proyek novel dadakan yang saya ceritakan kemarin. Sudah dua hari ini saya belum mulai menulis apa pun, karena masih harus riset. Saya menamakan proyek ini Flamenco Project, dan mendadak jadi kepingin kursus tari flamenco. Aw aw! :))
Riset saya rasa cukup. Nanti ini akan dikompilasikan dengan sejumlah wawancara dengan orang-orang. Saya sudah punya daftar para korban hahaha... Siap-siap dibawelin ya! Hihihi.
Riset novel, checked.
By the way, sesekali saya akan menulis semacam jurnal tentang kemajuan novel saya di blog ini. Kemungkinan akan berlabel 'Flamenco Project.' Sebenarnya itu lebih bertujuan meneguhkan motivasi dan mood menulis saya yang akhir-akhir ini sering turun naik, lebih labil daripada para abege di luar sana itu *sigh*
Saya cuma punya waktu 3 bulan, lebih lama dari waktu yang saya punya untuk menulis 'Kisah Abe' sih. Tapi kali ini bukan novel tentang kehidupan anak sekolah. Isinya lebih kompleks, dan saya benar-benar harus terlibat secara psikologis dengan para tokohnya yang berkarakter unik.
Perlahan-lahan mereka tumbuh di benak saya. Menguasai saya bergantian, memunculkan percakapan-percakapan monolog di dalam sana. Mencoba memberitahu saya apa yang mereka inginkan saat saya 'melahirkan' mereka ke dunia kelak.
Begitulah. Sepertinya saya harus mulai menulis, karena kalimat pertama untuk paragraf pertama di bab pertama tiba-tiba muncul.
Selamat menunaikan ibadah puasa untuk teman-teman sesama muslim. Semoga ramadhan tahun ini membersihkan kita dari alpa dan dosa. Maafkan saya lahir batin, ya....
Hasta luego. See you.
![]() |
| pioct from here |




