Sunday, September 13, 2009

Mariana

Kemana kau akan pergi, Mariana
Saat bulan bersinar, saat angin berdesir
dan gelombang membawa pecahan kenangan
Kau dan seluruh pulau yang tertidur
menjadi bayang-bayang di balik malam

.....

-Musim kemarau, bertahun-tahun yang lalu.

Pulau Onrust

Aku tak bisa tidur. Bukan karena kami hanya menggelar alas tidur karet di tengah alam terbuka, bukan juga karena angin laut yang dingin berhembus ke pantai tempat kami berbaring dalam kantong tidur. Aku tak bisa tidur, karena terus menerus ada yang berbisik di telingaku dalam bahasa Belanda.

Mariana.... mijn naam is Mariana.... wat is je naam?1)

Aku mengerti bahasa Belanda sedikit. Setiap mahasiswa hukum pasti mendapat mata kuliah bahasa Belanda paling sedikit satu semester.

Mijn naam is Mariana... Ik was eenzaam...2)

"Ada apa?" Widi, yang berbaring di sebelahku berbisik ketika merasakan aku gelisah. Ia sedang mencoba tidur.
"Lu denger nggak ada yang bisik-bisik?"
"Enggak. Memangnya ada yang bisik-bisik? Suara angin kali, atau suara ombak."
Ombak mana mungkin berbahasa Belanda. Tapi aku memilih tak mengatakannya pada Widi.
"Gila ya Kak Opi. Kirain kita bakal bikin tenda. Nggak taunya malah tidur di alam terbuka. Untung bukan musim hujan." omel Widi.
Aku cuma tersenyum.

Kami sedang ikut ekspedisi keliling Kepulauan Seribu dengan kapal Phinisi Nusantara. Kapal layar tradisional legendaris, yang pernah melayari Samudera Pasifik sejauh 11 ribu kilometer sampai ke Vancouver, Kanada, selama 68 hari. Kapal layar kecil ini bahkan sempat bersandar di pelabuhan San Diego, AS.

Aku yang selalu mabuk laut kalau berlayar tanpa pikir panjang ingin ikut karena Widi mengiming-imingi petualangan.

Siang tadi, kami menjelajah pulau Onrust. Pulau yang dulu pernah dijadikan galangan kapal-kapal perang, gudang mesiu, penjara, bahkan karantina haji. Tak ada keanehan yang kutemukan, bahkan ketika kami mencoba masuk ke dalam terowongan air, yang katanya tembus di bawah laut sampai ke daratan Jakarta.

Je hoort? Mijn naam is Mariana.... 3)

Ya, ya, Mariana. Saya mendengarmu. Kamu siapa?

Mariana van den Berg. Ik woon hier..... 4)

Kenapa kamu mengganggu saya?

Ik vraag om hulp.... 5)

Minta tolong apa?

Ik was eenzaam.... Ik wachtte op mijn vader... 6)

Saya harus bagaimana, Mariana? Saya tidak kenal keluargamu, apalagi ayahmu. Dia pasti sudah lama meninggal sekarang. Zamanmu sudah lama berlalu.

Hening. Tak ada lagi bisikan sampai pagi.

...........

Pulau Cipir

Kami menyeberang ke pulau Cipir dengan perahu motor kecil.
"Pulau ini dulu jadi tempat karantina jemaah haji yang sakit," ujar Widi. Kami sedang berdiri bersama yang lain di depan reruntuhan bekas bangunan rumah sakit.
"Serem ya?" Heru menyenggolku.
"Enggak ah."
"Ah sok berani!" Heru terkekeh.

Dit is mijn ziekenhuis.... 7)

Ah, bisikan itu lagi!

Ik ben ziek tyfus .... 8)

Kamu sakit tipus, Mariana?

Ja.... 9)

Tampaknya rumah sakit ini bukan hanya untuk merawat jemaah haji saja. Barangkali juga keluarga-keluarga pegawai pemerintah yang ditempatkan di pulau ini.

Tiba-tiba Mariana mengatakan sesuatu yang tidak kumengerti. Bahasa Belanda yang terlalu panjang dan cepat.

Mariana, saya tidak mengerti.

Neem mij niet kwalijk, Enno... 10)

.........

Pulau Kelor

Nama asli pulau Kelor adalah Kerkhof, yang artinya tempat pemakaman karena di pulau ini dimakamkan para prajurit Belanda yang tewas karena perang. Ada sebuah benteng berbentuk lingkaran di pulau yang mulai tergerus abrasi air laut ini, namanya benteng Martello. Konon meniru benteng Martello asli di pulau Corsica, Perancis.

"Katanya di sini kuburan prajurit Belanda ya?" Bisik Widi. "Tapi kok nggak keliatan, No?"
"Apanya?"
"Gundukan tanahnya, nisannya..."
"Ya udah rata. Apalagi disini abrasinya gila-gilaan. Dulu juga pernah kena letusan gunung Krakatau."
"Kok lu tau aja?" Heru yang jahil lagi-lagi menyela. Selama ekspedisi kami selalu bertiga kemana-mana.
"Ya baca buku dong makanya!"

Hun graf is hier.... 11)

"Tuh, kuburan prajuritnya ada di sini!"
"Ha? Kata siapa lu?" Heru menatapku kaget.
"Kata gue."
"Sok tau!"

Lalu kudengar tawa Mariana yang merdu.

.............

Tiga hari berlayar, mengelilingi Kepulauan Seribu, mendarat di beberapa pulaunya untuk observasi, kami kembali ke pulau Onrust untuk terakhir kali sebelum kembali ke dermaga Marina, Ancol.

Kuputuskan mengunjungi pemakaman Belanda yang ada di pulau itu dan bertekad mencari makam Mariana.

Pemakaman itu sunyi dan suram. Nisan-nisan tua dengan grafir kuno berselang-seling di antara pepohonan yang meranggas dan rumpun ilalang setinggi lutut.

Teman-temanku asyik membaca nama-nama indah yang tertera di nisan-nisan itu. Aku berjalan diam di antara mereka, mencoba mencari nama Mariana.

Ik ben hier niet... 12)

Lalu kamu dimakamkan dimana, Mariana?

Sunyi. Hanya ada suara angin berdesir di antara rumpun ilalang.

................

Phinisi Nusantara yang membawa kami pulang ke daratan Jakarta membelok di antara beting karang, dekat pulau Kelor. Benteng Martello yang coklat suram tampak di depan kami. Tegak, sendirian, menantang zaman.

Aku sedang memikirkan Mariana yang tak lagi berbisik sejak kami meninggalkan Onrust. Bertanya-tanya mengapa makamnya tak ada di sana. Tiba-tiba di atas bekas menara benteng Martello, kulihat sesosok perempuan berdiri. Bergaun abu-abu panjang, dengan rambut pirang berkibar-kibar ditiup angin.

Tangannya terentang lebar seperti burung yang hendak terbang. Dan mendadak ia terjun ke laut.

"Ya Tuhan!" Aku memekik tanpa sadar.
"Kenapa lu?" Widi yang sedang sibuk memotret menoleh.
"Eh? Nggak apa-apa."

Belakangan aku baru menyadari kenapa Mariana tak memiliki makam seperti yang lainnya. Ia menunjukkan padaku bagaimana ia mati. Menceburkan diri ke laut lebih dari seabad lalu. Jasadnya tak ada di pemakaman tua itu, melainkan di antara karang-karang di kedalaman laut. Namun kenapa ia bunuh diri, aku tak tahu.

"Di pulau-pulau itu banyak yang seram-seram ya, Pak?" Aku bertanya pada seorang ABK kapal.
"Banyak, Mbak. Namanya juga tempat kuno, ada kuburannya, dan disitu dulu ada penjara tempat orang-orang disiksa sampai mati."
Aku ingin bertanya apakah ia pernah mendengar sesuatu tentang Mariana van den Berg, tapi tak jadi. Firasatku mengatakan, Mariana hanya menunjukkan dirinya padaku.

Beberapa tahun kemudian, firasatku itu terbukti benar.

________________

Catatan:

1) Nama saya Mariana, siapa namamu?
2) Nama saya Mariana, saya kesepian

3) Kamu dengar? Nama saya Mariana

4) Mariana van den Berg. Saya tinggal di sini

5) Saya minta tolong

6) Saya kesepian. Saya menunggu ayah saya

7) Ini rumah sakit saya

8) Saya sakit tipus

9) Ya

10) Maafkan saya, Enno

11) Makam mereka di sini

12) Saya tidak ada di sini



Maaf kalau bahasa Belandanya ada yang salah. Sudah banyak yang lupa :)

Image and video hosting by TinyPic

36 comments:

Henny Y.Caprestya said...

Ugh..ga enak banget kalo sampe ada arwah gentayangan kayak begitu "mampir" ke kita. eh, ini kisah nyata bukan??

Tisti Rabbani said...

ya, ya...pulau onrust...aku pernah liat tayangannya di tv...katanya memang serem deh, kyknya dulu acara "dunia lain" jg pernah suting disitu...

asik, lho pengalamnnya...
tp, ini bener kisah nyata kan...

ajenkajenk said...

beneran mbak...? wew...firasat yg mana ?

Jadi siapa mariana ?

Yessi said...

bisa basa Belanda ya, bok? gw lagi belajar niy..

and sapa Mariana?

Enno said...

@henny: ada enaknya, ada gak enaknya hehe

@tisti: kalo datengnya siang gak serem kok :)

@ajenk: lha, masih nanya siapa... ya hantu :P

@yessi: bahasa belanda sisa kuliah, udah banyak lupa hehe :)

senoaji said...

Sumpah aku suka cerpen mu Mbak, ini tidak hanya persoalan hantu dan merinding, lebih dari itu, bahkan lebih banget, penggabungan dialog antara tokoh aku dan mariana four star, antara secuil sejarah dan romansa seduktif... asik keren... salutt

jujur aku suka tulisanmu yang ini...

boodee said...

waw..
selain bisa 'denger'?
enno bisa 'liat' juga?

Azhar said...

apa rasanya punya six sense??? bisa denger dan liat2 hal yg ga bisa diliat orang laen???

Kabasaran Soultan said...

Nama saya Mariano bukan mariana ..
kamu siapa ?.
wakakakakakaka..
nice sharing any way.

Enno said...

@senoaji: hehehe masa sih? aku kan cuma asal tulis apa yg pernah kualami aja...anyway, makasih ya :)

@boodee: enggak selalu bisa kok :)

@azhar: kalo boleh milih, lebih baik gak punya sixt sense sih. jadi ga ribet sama hal2 kayak gini :)

@kabasaran: hello mariano! italiano ya? :P

nie said...

ihh..hantunya kumpeni. wkwkwkw
keren, keren. tapi agak nyeremin.

denny said...

mariana ya...
kalo mariane ada tu di ostrali,
aku punya nomor telp nya,,

:P

Jo said...

Wow... ga kebayang deh bisa denger n lihat. Gw yang kadang ngelihat sekilas2x aja males banget hehe... Malah ngerasa mending ga bisa ngerasain apa2x sekalian deh...

Gogo Caroselle said...

mba enno,
ini keren banget..
mba keren banget yah bisa liat dengar dan komunikasi tapi ga takut... aku suka lo denger cerita2 kaya gini mba... kereeeen!

Enno said...

@nie: hehe iya hantu kumpeni :P

@denny: oooh yang foto2an mulu sama kau itu? yg gandengan mulu itu? :D

@jo: bener sih, mending ga bisa liat/denger sama sekali :)

@gogo: ya udah, tar kusuruh dia ke batam aja ya, nemuin kamu hehehe

Gogo Caroselle said...

jangaaan mba ampun.. ampun.... hihi, aku jd pihak ketiga aja, dengerin dari mba enno hihi.. mukanya serem mba? kok dia bunuh diri si?

denny said...

hussssahh,,,,

janganlah bilang mok,
tega kau.. :P

Enno said...

@gogo: to be continue yaa ;)

@denny: ops! hahaha

WoeL said...

syerammmm

genial♂ said...

vous-vous appellez comment? je suis Marianna genial♂... :p

Galuh Riyadi said...

Dulu, kalo oma saya marah2 dia ngomongnya pake bahasa belanda... Saya ngga pernah berasa dimarahin, cuma nyengar-nyengir garuk2 kepala karena ga ngerti... Tapi kalo ketemu setan pake bahasa belanda, walaupun ngga ngerti tetep ngibrit juga siih...

cenya95 said...

Hmmm... nikmatnya tinggal disana ditemani noni-noni...
salam superhangat
ps.
mohon maaf lahir dan bathin, selamat idul fitri 1430 Hijriah.
salam untuk keluarga.

Arman said...

hadoh.. serem amat!!!

btw duh lu ngasih terjemahannya kok dibawah sih, jadinya ngebacanya kudu scroll down scroll up scroll down scroll up mulu... :P

Enno said...

@woel: hahaha hantunya jauh kok :P

@genial: si vous Mariana du Francais? comment allez-vous? merci pour le commentaire ... :P

@galuh: hihihi ya iyalaaah

@cenya95: salam hangat juga, sama2 mohon maaf lahir dan batin :)

@arman: hahaha ga papa man, olahragain tu jari skali2 :P

PHANIE said...

wow mba enno. kereeen.. ini kisah nyata yah mba? mba enno bener-bener bsa komunikasi sama mahluk2 seperti mariana??
sumpah postingan yang ini kuereeeeen..ak sampe berimajinasi sendiri ikut disana.. :D

Elsa said...

aku kok takut ya.... lihat ganbarnya.

Enno said...

@phanie: kalo berimajinasi aja sih emang ga serem.. coba ngalamin sendiri, brani ga? :P

@elsa: hahaha tenang, itu bukan gbr sebenarnya jeng :)

penjual kenangan said...

iih, bacanya merinding. apa karena ac ruanganku yang emang dingin ya?
hehe, mbak enno bisa aja membangkitkan suasana. keren! :)

Sari said...

En, kamu hebat, aku malah dah lupa sama mata kuliah bahasa Belanda. Ingetnya cuma Bloom doank sama gutte morgen (eh, bener gak lafalnya?) hehehe :P

adhi said...

mpe merinding bacanya..

keren2...

Enno said...

@penjual kenangan: itu krn ac-nya kali wied :)

@sari: gutten morgen maksudnya? haha :)

@adhi: merinding disko gitu? :P

gloriaputri said...

astaga mba enno? ini beneran? km brarti liat dan dengar si Mariana ini?
astaga...aq merinding bgt baca ini...Mungkin si mariana ini merasa kamu friendly bgt gag cm sama manusia tp sama yang gak kelihatan juga...
menduga duga nih kenapa si mariana bunuh diri gitu?
aq pengen punya kemampuan kayak begini, biar bs ngeliat dan denger suara papa :(

betewe itu gambar yg dipakai buat ilustrasinya jadi bikin keinget film judulnya skeleton key :) pernah nntn mba?
hehhehee

Enno said...

soal mariana bunuh diri entar ada di serial Kelor ini, glo :)

btw kamu ga bakal bs liat papa atau dgr beliau meskipun pny indera keenam. sama spt aku, ga liat ibu dan ga dgr suaranya lagi. krn mrk sdh benar2 pergi dgn tenang...udah ga ada lg di sini...

klo mariana ini kan gentayangan krn mati penasaran...

paham kan maksudku? :)

gloriaputri said...

paham #angguk2

yahh..mbaaa, jangan lama2 ya lanjutannya.....tar keburu lupa lagi ngulangi baca lagi dari 1 mbaaa :(

ingatanku buruk banget soalnya...hahhahahaa....buku yang uda pernah kebaca aja bisa sampe 5 kali aq baca karena ngerasa "ni buku kayaknya blm aq baca deh"
hahhahaha

jangan2 aq lagi terperangkap jg di blog mu mba, mengulang membaca post yg sama, jd blm selesei2 deh namatin blog mu :p

Wuri SweetY said...

Haduhh mbak, medeni km ki. Koq bisa liat yg gaib2 gitu dilatih atau emang dah bakat dr lahir?

Enno said...

@glo: wah kepikunan dini ya? hihihi... ternyata oh ternyata :))

@wuri: mosok ada latihannya sih? emangnya olahraga? hahaha....

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...