Tuesday, September 18, 2012

Selamanya Cinta Sejauh Ini

Saya belum pernah cerita ya, bahwa sejak novel pertama saya terbit, saya suka memantau feedback pembaca dari internet. Beberapa kali seminggu, saya iseng searching di Twitter. Mencari tahu ocehan orang-orang tentang novel saya "Selamanya Cinta" dengan berbagai kata kunci.
Dan apa yang saya dapatkan membuat saya terkejut senang.

Banyak sekali yang membicarakan novel itu. Kebanyakan anak-anak sekolah, yang memang cocok dengan genre novel saya itu. Mereka mengoceh, mengobrol, saling merekomendasikan, saling melempar mention dengan topik Abe dan Reina. Betapa mereka ingin punya sahabat seperti keempat tokoh novel saya, ingin punya pengagum rahasia seperti Abe, ingin seberuntung Reina, dan lebih banyak lagi yang merasa punya nasib yang sama dengan dua tokoh utama saya itu. Cinta pada sahabat, yang tak tersampaikan.

Yang melempar mention langsung kepada saya juga banyak. Hampir setiap hari selalu ada. Memuji, menanyakan ini itu, memberi semangat untuk menyelesaikan novel berikutnya, menunggu dengan tidak sabar...
Saya terharu dengan penerimaan atas novel itu. Sungguh di luar ekspektasi. Sebab, waktu menulis novel itu, sebetulnya saya tidak benar-benar enjoy.
Saya sedang patah hati, dan saya tidak siap menulis genre remaja belasan tahun. Dengan susah payah, saya mengumpulkan semua ingatan masa sekolah yang tercecer 'seabad' lalu, meskipun sudah punya beberapa potongan tulisan dari blog.

Be my Abe, then I'm your Reina.

Kalian berdua udah baca selamanya cinta kaann?astagaa abenyaaa

Pengen punya sahabat cowok kayak di novel selamanya cinta


Novel Selamanya Cinta itu inspiratif banget sumfah!!!!


Selesai baca novel selamanya cinta. Hufff sampe nangis bombay di bagian bab terakhirnya



Saya menemukan status-status itu di Twitter. Tentunya yang punya akun masih SMA :)
Dan itu masih banyak lagi. Sayangnya, seminggu sekali Twitter menghapus hasil pencarian lama, dan memperbaharui dengan hasil terbaru. Padahal, masih banyak status tentang Abe dan Reina yang oh-so-sweet.
Setiap selesai searching, saya nyengir lebar. Membaca status-status di akun-akun berbeda, mengenai novel Selamanya Cinta, membuat saya terkekeh sendiri. Kadang geleng-geleng kepala. Kalian lucu sekali, adik-adik... :D

Menurut kamu novel apa yang bagus untuk difilmkan?
Selamanya Cinta!

Di Twitter, akun-akun yang menanyakan hal seperti itu dijawab demikian. Begitu juga dengan pertanyaan 'pasangan paling serasi dalam novel menurutmu?' Saya menemukan beberapa orang menjawab 'Abe dan Reina.'
Saya meleleh...

Novel saya mungkin tidak sefenomenal "Laskar Pelangi", "Ayat-Ayat Cinta", "Perahu Kertas" atau novel apa pun yang kini sudah difilmkan. Selamanya Cinta hanya sebuah novel sederhana, yang bahkan tidak membuat saya merasa puas karena merasa ditulis dengan tekad tidak maksimal (oh, seandainya tidak sedang patah hati...)
Tapi saya nggak mengira, kesederhanaannya bisa menyentuh hati anak-anak sekolah di luar sana, yang sering galau karena cinta. Nggak mengira bakal dicetak tiga kali dan dijadikan topik obrolan saat jam istirahat sekolah (yang ini survei langsung atas bantuan para keponakan-sepupu-kerabat teman yang masih SMP-SMA).

Saya tahu, banyak yang bilang novel ini jelek. Saya tahu kok. Saya tahu ada yang meremehkan. Saya cuma mau bilang, nggak perlu jadi pujangga dulu untuk bisa memenuhi apa yang pembaca mau. Buktinya novel saya dicetak sampai tiga kali. Dua belas ribu eksemplar dalam enam bulan, wahai kamu! Tidakkah itu 'sesuatu'? Boleh saja dirimu meremehkan saya, hanya karena novel saya tidak 'nyastra' seperti seleramu (yang kamu buktikan dengan cara menulismu yang nyastra juga). Bukan berarti saya tidak bisa menulis seperti itu. Lihat saja sendiri di laman blog ini. Prosa liris saya bebas kamu baca. Masalahnya, saya tidak mau terikat dengan gaya mendayu-dayu berbunga-bunga, yang nggak realistis.
Buat saya, novel adalah dimensi kedua tempat saya hidup. Jadi tetap harus realistis. Saya kan nggak ngobrol pakai bahasa prosa dalam keseharian. Barangkali kamu yang seribet itu?

Well, well. Lupakan.
Bagaimana pun juga, saya ambil hikmahnya saja deh. Semua ini membuat saya termotivasi untuk menulis lebih baik lagi. Karena sebenarnya saya juga kan masih belajar di ranah novel.
Buat kalian yang sudah baca Selamanya Cinta (dan yang baru mau baca juga hehe), thank you so much. Ciyum basah untuk semuanya! #Eaaa!

----------------

Btw, draft novel kedua sudah mulai diteruskan lagi, setelah berhasil memenuhi deadline untuk cerpen yang akan disertakan dalam antologi Ini Cinta Pertama.
Buku antologinya terbit bukan Oktober. Dan novel kedua sudah dijadwalkan terbit bulan Desember. Semoga nggak ada halangan, aamiin. 

Ciao!

Writing isn't something that makes me happy like a good cup of coffee. It's just something I do because not writing, as I've found, is so much worse.”
― Quentin R. Bufogle


pict from here
Image and video hosting by TinyPic

18 comments:

Fenty Fahminnansih said...

oh iya dong harus difilemkaan ... :D

semoga ntar filmnya selaku bukunya ya, noo ... *kiss*

Arman said...

dimana2 yang namanya haters itu pasti ada. tapi gak perlu ditanggepin. toh yang suka lebih banyak kan... buktinya udah dicetak ulang 3 kali. that's a great accomplishment kan buat first novel... ya gak... :)

congrats ya no....

De said...

Semangat, mbak Enno.
Nggak pentinglah bahasa yang mendayu2, yang penting sederhana dan dekat banget sama kehidupan abegeh jaman sekarang.
Aku aja berasa abegeh lagi pasa bacanya. hahahaha....

Waiting for u'r second novel :)
chayooo....

-Gek- said...

Nunggu tiket gratisan dari film. "Selamanya Cinta" ;)

Indra Hasan said...

lum baca novelnya non tapi ane suka tulisan yang ada di blog..

Gloria Putri said...

kamu? sopo kuwi? *narik lengan baju*
klo di film in aq ga maw nntn ahhh....mawnya dpt undangan gratis premier.....xixiixixix
btw, ingtan tercecer se abad? gileeee....skrng uda umur brp mbahh? wkwkwkwkkwkw *kabur*

Enno said...

@fenty: aamiin ya fen.. hehe makacih, muaaah! :*

@arman: iya man, sampe ga percaya byk yg suka ya ternyata para abege itu haha... thx man, lo emang paling pinter ya ngasih kata2 support :)

@de: thx wit... kamu brasa jd abege? bknnya msh abege? hihi

@gek: aminkan dulu deh.. soal tiket gratis klo byk ya pasti kusebar deh haha...

@indra hasan: tq.. klo gitu beli dong plis.. haha

@glo: ah si kepo ini! *cubit* :))

Triando (Rian) said...

sukses selalu ya. ayo-ayo, lanjutkan :D

Ratriani Cahya Pradani said...

Aku baru baca, dan wow bgt...di halaman 301, kalimat yang berbunyi begini : " Kita udah pernah berpisah bertahun-tahun. Kita pasti kuat berpisah lagi, untuk sementara. Kamu percaya aku kan?".....benar2 hampir sama dengan yang aku dengar sebelum perpisahanku dengannya (malah curhat)..hahaha....btw, TOP BGT deh mba novelnya...kita tunggu filmnya...SEGERA :))

Enno said...

@triando: baiklah, thanks ya :)

@ratriani: wiiih kok bisa sama ya? makasih ya dah baca. aamiin deh soal film hehe :D

Mr.Gigh said...

tuh kaaaan.... Pilemiiin!

Enno said...

Mention-kan ke akun sutradara dong, dit... hihi :P

irniirmayani said...

Waaahh.. senang deh nemu blog seorang penulis.. salam kenal mbak.. numpang belajar dr blognya yak :)

Enno said...

halo irni... silakan, dgn senang hati, thx udah mampir :)

JejakShally said...

ciiiieee mba enn selamat yooo, semoga semoga semakin sukses deh.
bang abe sangat terkenal di kalangan anak sma mba heheheheee.

kayaknya temen ku ada yng betah mba baca Selamanya Cinta, dia bilang Abe tuh kayaknya ganteng deh, udah sebulan lebih gak dipulang-pulangin itu novel ahahahhaaa..

Enno said...

hahaha... tq!
tagiiih! minta pulangin dong bukunya :))

soal Abe ganteng atau enggaknya, dikembalikan ke imajinasi reader msg2 deh :D

Ceritaeka said...

Gudlak Enno! ;)
Ditunggu lanjutannya Abbe

Rachmania Dhianty Mevidya said...

Mbaa.. Aku jadi bingung sebenernya abe itu ada apa engga? Apa mba sama abe jadian sampe skg? Hehe

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...