Wednesday, August 31, 2011

Quick Update: Lebaran Notes

Saya menepi sebentar dari keriuhan di rumah. Sepupu-sepupu yang asyik makan bakso kuah yang baru diangkat dari panci, asyik mencicipi rujak aceh pedas yang dibawa salah satu tante, asyik menghabiskan isi toples yang saya jajarkan di setiap meja tadi pagi. Saya menepi saja, ketika obrolan menjadi hambar karena mereka asyik mengunyah sembari terkantuk-kantuk.

Ini lebaran yang tidak hanya galau di penentuan hari, tapi juga di hati kami. Saat sungkeman keluarga tadi, kami semua menangis karena teringat Ibu. Ayah saya duduk sendirian saja di kursi itu bersama saudara-saudara Ibu. Biasanya ada Ibu disampingnya. Saya memeluknya sembari menangis. Baru menyadari betapa tuanya ayah saya, betapa ringkihnya. Betapa hancur hatinya ditinggalkan Ibu.

Ayah menangis di depan makam Ibu saat kami semua berziarah ke pemakaman keluarga sehabis acara sungkeman. Menangis tersedu, sampai harus dipapah om saya menuruni tangga makam. Usi sudah sejak acara sungkeman menangis keras. Saya berdiri di sudut makam, mengusap mata yang basah diam-diam. Keluarga besar ini kehilangan Ibu. Yang biasanya memasakkan makanan kesukaan saudara-saudaranya. Menghangatkan dapur dengan tawanya. Mondar mandir, sibuk sendiri. Sesekali berteriak memanggil saya untuk mengambilkan sesuatu.

Ibu sedang tidur dengan tenang kan? Kami semua rindu. Opor Usi tidak seenak buatan Ibu. Menu di meja jadi berbeda, karena Tante Min yang memasak. Tak ada sambal goreng kentang yang dipisahkan di mangkuk khusus untukku. Tak ada yang bawel memanggil-manggil aku untuk mengambilkan ini itu...

Ini lebaran yang mencengangkan bagi sepupu-sepupu saya, melihat saya berhijab. Sepupu-sepupu yang sebaya, teman-teman bermain saya di masa kecil baru berdatangan tadi pagi. Mereka ternganga melihat saya menyongsong mereka di beranda dengan jilbab menutup kepala.

"Wah, lu pake jilbab cakep lho!"
"Gue pake jilbab sekarang. Maksudnya ini beneran hijab."
"He?" Mereka tercengang dengan sukses.

Ya, saya tahu. Mengingat saya yang dulu santai dan cuek, saya berhijab menjadi fenomena bagi mereka.

Saya menepi di sini. Di kamar pengungsian saya, di ruang rekreasi. Tiba-tiba mendengar lagu yang diputar seseorang sepupu di mobilnya. Not With Me, Bondan Prakoso.

I’m waking up from my summer dreams again
try to thinking if you’re alright
then i’m shattered by the shadows of your eyes
knowing you’re still here by my side

I can see you if you’re not with me
i can say to my self if you’re okay
i can feel you if you’re not with me
i can reach you my self, you show me the way

Life was never be so easy as it seems
’till you come and bring your love inside
no matter space and distance make it look so far
still i know you’re still here by my side

you’re made me so alive,
you give the best for me
love and fantasy
and i never feel so lonely,
coz you’re always here with me
always here with me

Saya teringat seseorang di kota lain sana. Yang mencintai saya dan saya mencintainya juga. Saya tahu ketika saya sedih ia akan bilang 'masih ada aku' (meski tak bisa mengatakannya dengan gamblang karena ia tak seromantis itu).

pict from here


eid mubarak!


Image and video hosting by TinyPic

16 comments:

Wuri SweetY said...

Jebulnya....dirimu jg LDR...wkwkwk samaan kita.

Asyik tuch lebaran rame2 walopun tetep ada yg kurang.

rona-nauli said...

met merayakan hari kemenangan, No. maaf lahir batin yak. oh ya, opor ayam jadi semur ayam dah tau blom? hehehe :p

gloriaputri said...

LDR lg mba?

semangat mbaaaaaa....hehehhehehe

aq jd pengen icip2 yg namanya rujak aceh....enak ya?
wkwkwkwkkw

l i t a said...

Hmmmmmmmmmmmmmm.
Sebel ihhhh... Gak dapet opor. Aku berkubang di tempat tidur mbak. Nulis sambil makan cemilan...

No ketupat, opor ato rendang.
Ileran baca postingan temen2 yang dapet makanan lengkap.
Hiks!

TUKANG CoLoNG said...

semangat mbak! (saya juga ga pandai menghibur) tapi, tetep semangat ya! :))

TUKANG CoLoNG said...

smangat mbak! (saya juga orangnya ga bisa menghibur) tapi, tetep smangat mbak!! ^____________^

Shally said...

Mba Enn, minal aidin walfaidin yaaa..
maaf maaf untuk kesalahan aku :) (peluk-peluk).
waaah samaaa. tadi dirumah aku juga bikin bakso.
semangat dengan jilbabnya ya mba :)

Cindikya said...

mohon maaf lahir dan batin mbak ennooo!:)

Arman said...

enno.. gua jadi ikutan sedih... :(

Enno said...

@wuri: hehehe... tp aku ga di ujung benua kyk dirimu lho yaaa wkwkwk... taun dpn kan udah lebaran di indo to? sabar yaaa :)

@rona nauli: jd taun dpn mau kabur kemana tuuh? :P

@gloria: enak lho rujaknya... pedes dan seger :P

@lita: di bali kan ada yg lebaran juga... ikut makan aja sm temenmu yg lebaran hehehe

@tukang colong: hehehe... oke, ni smangat :P

@shally: maaf lahir batin juga yaaa...
*peyukpeyuk* hehe makasih ya shally :)

@cindikya: sama-sama ya cin... :)

@arman: hehe... udah gpp kok man... cup cup *tepuktepukbahuarman*

Febriasop said...

Mari kita mendoakan kedua orang tua kita selalu, ya... TT__TT

Maap lahir batin, ya...

Enno said...

sama-sama ya febri :)

latree said...

selamat ya Enno...

terima kasih sudah berkunjung :)

Enno said...

makasih la... :)

dhi said...

minal aidzin wal faidzin mba eno.. barakallah ya dgn jilbabnya, keep istiqomah :D

Enno said...

@dhi: minal aidin wal faidzin juga dhi... insyaAllah istiqomah... thx ya :)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...