Saturday, March 9, 2013

Rain Journey: With You For A Thousand Years


Sepulang dari Bromo.

Beb, hari nggak pernah sebiru itu.
Tapi bukan langit yang membuatnya begitu.
Kamu, yang duduk di sebelahku. Menyetirkan mobil, sementara aku duduk sambil membuka bungkus keripik baru. Menaikkan kaki ke jok mobil, mengunyah keripik sambil menyuapimu sekalian.

"Kita mau ke mana habis ini?"
"Udah, tenang aja."
"Ayo ah bilang!"
"Pokoknya ikut aja."
Aku mention sahabat kamu via Twitter. "Aku diculik. Help." Yang dijawab dengan tawa dan ledekan.

Lamunanku buyar waktu kamu menepuk-nepuk lututku dengan lembut. "Mau makan apa? Masih pengen rawon?"
"Mauuu!" Reaksi 'the child in me' yang membuat kamu seringkali memutar bola mata ke atas.
"Oke, kita mampir di Rawon Nguling."

Di Pasuruan (atau masih Probolinggo sih itu?), kamu menghentikan mobil di Rumah Makan Rawon Nguling yang terkenal itu. Pernah dengar, tapi belum pernah mencoba. Thank you karena sudah membawaku ke situ :)

...............

Ternyata pergi ke Batu.

Memetik apel dan stroberi. Makan nasi goreng apel dan roti bakar berselai apel. Membeli bibit anggrek. Lalu melihat burung dara mahkota di dalam sangkar.

"Halo, kamu cantik sekali."
Dan si burung biru bermahkota itu mulai bersuara. Dum dum. Dum dum.
"Beb, suaranya lucu! Dum dum. Dum dum."
Kamu memutar mata.
"Bisa nggak?"
Kamu menirukan.
"Hahaha... nggak mirip. Gini nih. Dum dum. Dum dum."
Memutar mata lagi.

Masih punya banyak waktu, dan kita tak tahu mau ke mana. Akhirnya ke Cangar itu. Kamu yang usul karena pernah pergi ke sana sendirian.
Kita mencari gua Jepang, memotret, (nggak sengaja) mengusik orang pacaran.

"Mulai deh, mulai. Nggak usah ketawa-tawa gitu. Orangnya pindah tuh."
"Tapinya lucu."
Memutar mata. Duduk membelakangi. Pura-pura mengupil.
"Ih, jorok, Bebe!"
"Biar!"

..................


Di Surabaya lagi.

"Nonton lagi, yuk! Orang kampung nih. Di kampungnya nggak ada bioskop."
"Yaudah, nonton apa?"
"MAMA bagus nggak ya?"
"Jangan horor!"
"Ih kamu! Itu kan cuma film kali..."
"Enggak deh. Makasih."
"Cuma film, Beb!"
"Yang lain aja."

Nonton film tentang hiu. Bioskopnya spooky.

Duduk menunggu dua jam di lobi yang sepi setelah capek melihat-lihat buku di Gunung Agung. Mengomentari pasangan-pasangan yang lalu lalang di depan kita. Tertawa-tawa lagi.

"Kamu lihat apa?"
"Nggak lihat apa-apa."
"Masa?"
"Kalo diomongin emangnya kamu nggak takut?"
"Ya udah nggak usah!"
"Hahaha..."

Asli, aku nggak lihat apa-apa kok. Tapi merasa ada yang aneh dan mencekam. Makanya mengajakmu bercanda dan ketawa-ketawa. Bahkan hantunya ragu untuk pamer padaku. Dia tahu kalau ada kamu, aku nggak peduli mereka di situ.

Seminggu denganmu, hari-hari nggak pernah berwarna selembut itu. Kamu yang bikin aku merasa begitu. Di sebelahku, memutar mata dan menggandeng tanganku. Memprotes lipatan celana, bertanya mau makan apa dan membawaku memotret bagian kota yang tua.

"Beb, habis ini kita ke mana?"
"Ke hatimu."

.....................

Note:

Saat menulis ini, kusebut namamu dalam gumam. 
Mendekap ingatan tentangmu sepanjang malam. 
Dalam diam, saat terpejam.



Museum Sampoerna, Surabaya.
Look! That's him ^^

Image and video hosting by TinyPic

13 comments:

Arman said...

rawon nguling yang terkenal itu di pasuruan itu no. duh jadi pengen... :P

riyanto perdana said...

Di surabaya ada byk jeni rawon. Yg terkenal Rawon Setan di Embong Malang. Ada jg Rawon Kalkulator di Taman Bungkul.

Kalo ke Malang, coba pergi ke Payung. Lokasinya di puncak bukit yg bisa dilalui mobil & motor. Dr atas kita bs lihat view kota malang. Malam hari di payung berdua sama pacar, bakal menimbulkan berjuta2 inspirasi buat menulis kisah cinta.

Trust me, it works. :)


Fenty Fahminnansih said...

aaaaakk pengen rawon nguling #semacamngidam T_T

windi siregar said...

ahhh curang.. blur :))

Rian Ra-kun said...

aduh saya jadi iri :)
btw kenapa fotonya yang blur? kan jadi penasaran ;p

Enno said...

@arman: iya mam, itu mkn di Pasuruan dink haha

@riyanto: ke payung? Oke dicatet mas hihi.. Mo nyoba rawon kalkulator ah. Dagingnya ga diganti sm serpihan kalkulator kan? Wehehe

@fenty: yuk beli fen! Hehehe

@windi: sengajaaa wakakak :))

@rian: nah itu dia... Biar penasaran hehe :p

Gloria Putri said...

hmmmm....
apaaaa???
"beb"
hadehhhhh *jedukin kepala ke tembok*

Selfish Jean said...

+1 buat komennya Glo.

Hmmm hmmm hmmm *nahan ketawa*

Rakyan Widhowati Tanjung said...

passiseneng banget ya mbak:)
hihi, saya jadi kanget ke batu :)

Enno said...

@Glo & Momon: yah? ada masalah beb? :P

@rakyan: nah, main ke sana lagi gih :P

Rona Nauli said...

mmmmmmmmmm...apa yah? lupa :p

M. Faizi said...

hadir; lama nggak ke sini :-)

Enno said...

@Rona: Jiaaaah! :))

@Mas Faizi: halo halooo... sibuk ya pak kyai? :P

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...