Wednesday, July 28, 2010

Selingkuh Memang Indah!

: kau



Warning!

The feelings of betrayal and hurt
may take many years to heal.

...........

Kau tahu kan rasanya kalau cintamu dikhianati?
Seperti aku. Aku sudah pernah dikhianati. Oh, tidak, bukan pernah. Apa namanya kalau itu terjadi lebih dari tiga kali? Sering? Ya sering. Apakah ada yang tahu rasanya? Bagaimana dikhianati cinta itu? Ketika kamu mencintai seseorang, mengira ia juga mencintai sebanyak (atau lebih) dari yang kita beri, tapi kemudian ternyata itu hanya sebanding dengan angka nol besar?

Kau sudah pernah merasakan hal yang sama kan? Cintamu juga pernah dikhianati dan kau bilang rasanya pedih seperti luka disiram cuka. Kau sembuh setelah tahun-tahun penuh trauma dan krisis tak percaya diri. Persis. Aku juga. Dulu aku selalu mencari-cari kekurangan diri. Aku bahkan takut melihat ke dalam cermin.

Entahlah kalau kau.
Tapi sakit dan pedih itu membentuk diriku yang baru. Yang kini lebih menghargai perasaan orang lain. Yang lebih menghargai harapan seseorang yang ditanamkan kepadaku. Menghargai kepercayaan seseorang yang mencintaiku.

Aku benci pengkhianat. Lebih dari pembunuh. Karena pengkhianatan atas cinta tidak hanya mengambil jiwa dan kehidupan. Ia mengambil segala harapan dan semangat. Segala kebahagiaan dan cita-cita yang tumbuh bersamanya. Menghanguskan mimpi dan angan-angan. Mengambil segenap kepercayaan kita kepada dunia.

Aku tak bisa terima apapun pembenaran untuk pengkhianatan atas cinta. Tentu. Tentu kau mau bilang kau dulu salah pilih orang. Kau dulu berpikir kekasihmu yang sekarang adalah orang yang kau inginkan? Basi.

Memangnya kau Siti Nurbaya yang langsung harus menerima pinangan Datuk Maringgih yang tak kau kenal sebelumnya? Memangnya kau memungut pacarmu itu di jalanan dalam kondisi amnesia dan lupa siapa dirinya? Memangnya kau begitu bodohnya sampai tak bisa mempertimbangkan seseorang untuk dirimu sendiri?

Kau PASTI mengenal dia sebelumnya. Kau berteman dengannya. Kau mengobrol dengannya. Kau akrab dengannya.

Oh well. Sekarang aku tahu, hari-hari indahmu dengannya itu cuma omong kosong seorang pembohong. Kau merangkai drama romantis baginya dan bagi kami. Kami berseru kagum dan bertepuk tangan, juga iri pada kebahagiaanmu dan ternyata itu palsu.

Begini saja. Singkatnya, kau tak bisa beralasan kau menemukan seseorang yang lebih ideal, yang selama ini kau impikan, sehingga sah-sah saja bagimu mengabaikan orang yang mencintaimu itu. Tak ada satupun hal di dunia ini yang membenarkan tingkahmu bermain hati dengan yang lain, sementara di sisimu seseorang mencintaimu dan mempercayai kejujuranmu.

Hey kau tahu, kau tak bermoral!

Entahlah kalau kau. Tapi pernah dikhianati membuatku lebih peka terhadap perasaan orang lain. Dan apapun alasannya, aku tak akan pernah mempermainkan orang yang mencintaiku dengan tulus.

Lalu mungkin, kuduga, kau akan sampai pada keputusan untuk pergi dari pacarmu? Pergi perlahan-lahan, menghitung dalam hati, untuk menghilang darinya? Pernahkah kau kembali barang sejenak pada kenangan kelammu dan rasa sakit yang menyiksa itu? Apakah kau pikir ada orang yang kebal dengan perasaan itu, bahkan kekasihmu yang sedang kau khianati itu?

Kau ini memang tak punya hati.

Sudahlah, tak usah banyak cingcong. Mungkin dulu kau mencomot dia menjadi pacarmu cuma untuk menambal luka. Dan itu memperjelas siapa dirimu, si tukang mempermainkan orang.
Kau pikir aku percaya pada apapun perasaan yang kau gambarkan tentang 'korbanmu' yang baru?

Umbar saja. Puja puji saja. Setiap hari kalau mau. Bagiku itu bullshit.

Oh, dan apakah orang yang baru itu benar-benar sesuai impianmu? Jangan-jangan cuma menambal kebutuhan yang tak kau dapat dari pacarmu yang sekarang.
Apakah kau yakin hatinya tak terikat pada siapapun selain kamu?
Apakah kau yakin ia sedang tidak mencintai orang lain?
Apakah kau yakin ia tidak dalam pelarian seperti kau dulu waktu memilih pacarmu?
Dan apakah kau yakin kau tidak akan berkhianat lagi jika ternyata ia juga tak sesuai kebutuhanmu.
Kau kan sepertinya menganggap mereka barang yang bisa dibuang kalau kau bosan.
Cuma sebesar itu kan arti cinta bagimu?

Manusia punya hati. Punya perasaan. Kau punya tidak?


Yeah, aku memang sinis dan sarkastis. Kau kan sudah tahu aku.
Lalu memangnya kenapa?
Yang jelas aku tidak bertingkah bagai remaja labil seperti dirimu. Kalau kau pikir aku bakal bertepuk tangan bahagia untukmu, kau SALAH BESAR!
Aku ini tumbuh dari luka. Aku mengerti rasa pedihnya.



_____________

iyalah tau, selingkuh itu memang indah! tak pedulilah kalau harus menyakiti orang. yang penting dapet cowok keren. Iya kan?


Image and video hosting by TinyPic

21 comments:

-Gek- said...

gambarnya serem amat Mbak..
selingkuh indah sih.. tapi jangan sering2.. hohoho

Apisindica said...

kok aku kayak berkaca yah baca postingan ini.. :(

disakiti kayaknya udah jadi candu buat aku, jadi kadang rasanya udah biasa. Teramat biasa malah.

suka postingan inih!!!

Wuri After Indigo said...

hai enno ...i've followed you back...hehe...sakit banget emang dikhianatin....ive been there before

Seiri Hanako said...

bidiww gambarnya itu lho
seserem selingkuhnya
hehehehe

Arman said...

setuju! apapun alasannya, selingkuh itu tidak akan pernah benar!

btw itu gambarnya serem amat sih no... :P

Wuri After Indigo said...

love hurts , sometimes...

Mpey said...

Selingkuh memang indah kalau engga ketauan mbak ... :P

owly said...

dueng!
plak!
gubrak!

thya said...

like this, easily u can speak ur mind, beda sama saya yang suka mendam di hati saja :)

berharap suatu hari bisa kaya tulisan mu ini :)

tapi, ko endingnya agak menyisakan tanda tanya yah...

Arief Firhanusa said...

Kalau thya mengatakan "endingnya agak menyisakan tanda tanya", justru saya sebaliknya: tergelak dan terpuasi.

Endingnya cerdas karena sebenarnya Enno tengah mencubit seseorang (yang berjenis kelamin perempuan), entah tetangga meja, atau orang rumah sebelah.

Gaya bertutur Enno stabil, bisa menjaga emosi meski meletup kecil di sana-sini, dan sejak pertama saya membaca tulisannya selalu ngungun dan kelam. Cerpen? Bisa jadi. Tapi lebih tepat gumaman. Atau lebih tepat lagi sketsa.

Cerdas, mengalir, dan tangkas menuang gejolak rasa.

Dulu saya pernah mengusulkan agar ia membukukan blognya. Entah sudah ia lakukan atau belum lantaran sudah sekian waktu kami tak lagi meneguk anggur bersama ...

Dannie F Morran said...

Menanyakan apakah cinta itu sederhana atau tidak bagai bertanya adakah garam yang tak asin. Dan yang membuat tak sederhana adalah penghianatan yang tak patut. Sebab penghianatan serupa dengan dosa yang, apapun alasannya, tak pernah bisa dibenarkan keberadaannya.

Enno said...

@all: makasih komennya... berhubung aku lg di luar kota, jd ga sempet dibalas satu2 hehe...

buat mas arief: makasih, dipuji mulu diriku oleh dirimu... blushing nih dipuji sama editor dan cerpenis yg lebih senior... makasih, makasih... kenapa ga pernah OL lagi sih? :P

Peri Musim said...

@Dannie: hai dannie, ketemu di sini, hehehe.

Mbak enno: Mbak ennoooooooo, bales colek, maaf ya, project majalah anaknya mengatung-ngatung, jadi belum bisa kukabarkan padamu, hiks.

dannie said...

@peri musim: siapa nih peri musim? iwied apa gita? :)

Enno said...

@peri musim : oooh ya gpp...semoga segera publish deh, krn echa msh nanya2 haha

@dannie: sapa lg klo bkn bu gita, editor yg suka jln2 itu... knp dia skrg berubah jd peri ya? hehe...

Dannie F Morran said...

haah gita jadi peri *tutup mata* hiiiy...ahahaha bcanda deng :P

Enno said...

ahahahaha....
minta bikinin kereta kencana dari labu kuning yuk!

ciptanirmala said...

huwah... pernah juga tuh saya dikecengin playboy... tongkrongin puisi nd prosa di blog aku yax! follow nd kasi komen yax!

qq said...

teman, sahabat dan adik2 semua... selingkuh indah awalnya, tp begitu tmn selingkuhnya bosen dan pacar yg dikhianati mutusin hubungan, trus mo kemana..sm yg ini dibuang kesitu jg ga diterima lagi. Pesan saya, carilah orang yg benar2 mencintai kita, karena insya allah perjalanan kita selanjutnya akan indah. lebih indah dari selingkuh itu sendiri..
jgn mengejar lelaki karena hartanya, karena dia akan membeli mu dan menjadikanmu budaknya.. ketika dia bosen kamu pun akan dicampakkannya

Enno said...

@qq: ah! hidup mbak kiki! tumben dikau bijaksana :P

Beatrix said...

Selingkuh itu memperlihatkan tanda ketidakpuasan dlm hidup seseorang, juga tanda bahwa seseorang tidak bisa memanage diri sendiri, terutama karena tidak bisa menyelesaikan masalah, apapun itu, kemudian lari dan membuka masalah yang baru. Kalo kata sayah mah gitu. Kasihan ya?

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...