Tuesday, April 14, 2009

Memangnya Aku Siapa?


Ia memutuskan membatalkan dinnernya. Mengarang alasan pada tamu Denmark-nya yang sudah mengajaknya jalan-jalan seharian. Alasannya, pamannya sakit.

Pamannya sakit? Benar. Tetapi bukan itu yang sebenarnya terjadi. Ia benci mengakui bahwa hatinyalah yang sakit karena sebuah alasan.

Ia tidak bisa menjelaskan pada temannya yang berteman dengan orang Denmark itu, kenapa tiba-tiba saja ia kehilangan minat untuk meneruskan acara hang out sampai malam. Alasan itu bagaimana pun juga tak bisa ia ungkapkan.

"Memangnya kenapa?" Tanya temannya di Anjungan Sumatera Barat tadi siang.
"Nggak mood."
Temannya mengangguk, seolah memahami bahwa si perempuan memang moody. Tetapi ia tidak bertanya kenapa tiba-tiba saja mood itu berubah. Ia tidak bertanya, barangkali karena tidak peduli.

'Memangnya kenapa' bukanlah pertanyaan yang seharusnya dilontarkan kepadanya. Seharusnya pertanyaannya untuk si perempuan adalah: memangnya kamu siapa harus merasa sakit hati?
Ya, itulah pertanyaan yang sepantasnya.
___________

Kamu memang nggak peka! Nyebelin! Plin plan! Jadi sebenernya siapa yang diajak? Pastikan pilihan dong! Aku bukan ban serep!

8 comments:

sintingmaut said...

Tar dulu beib, jangan langsung naek darah dong cantik... waktu ngajak, dia ngasih tau ga kalo akan ada orang lain nantinya...

Kalo ngasi tau :
Harusnya si-perempuan-yang-memang-moody itu bisa mengerti bahwa kondisi si 'Ia' memang harus membagi 'suasana' ke dua orang berbeda, itu susah loh!! apalagi kalo dia tidak sadar si-perempuan-yang-memang-moody menuntut bagian 'suasana' yang lebih besar...

Kalo ngga ngasi tau :
Sebaiknya coba untuk berfikir positif, berarti si 'Ia' secara tidak langsung sedang berusaha ingin mengenalkan teman spesialnya yaitu si-perempuan-yang-memang-moody ke teman Denmark-nya itu... BISA JADI, momen itu akan lebih terasa pada saat dinner yang sayangnya telah dilewatkan begitu saja oleh si-perempuan-yang-memang-moody

*maaf darling, ini cuma mengira-ngira* yang tau kondisi sebenarnya ya si-perempuan-yang-memang-moody...

salam buat si-perempuan-yang-memang-moody, pengen peluk supaya ngga sedih lagi :D

aprie said...

huah..
harus dua kali baca nih buat memahaminya...

baca lagi ah..

Enno said...

@sintingmaut: naik darah lah say, wong berasa jadi ban serep :)

@aprie: oke lah :)

ceritaeka said...

Jadi ban serep emang gak enak !
Tapi kalo kita punya serep pastinya seru bgt ! Makanya No, buruuuan jadi tu orang2 ban serep duluan ;) biar ganti elu yang menyakiti :d hehehe

Enno said...

eka, ajaranmu sesat nian...
tapi masuk akal seeh kekekekek

Fenty Fahmi said...

hmm ... agaknya aku setuju sama Aprie, belum mudeng, hahahahaha ...

Enno said...

hahaha masa sih fen... ;)

Elsa said...

yup, kalo dijadiin ban serep ya... siapa juga yang mau? semua pasti marah lah...

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...