Thursday, October 11, 2012

I'm Just As Simple As That

Dia ketawa.
"Apa?"
Dia malah ketawa lebih lebar.
"Apa sih?"
"What happen with you?"
"What what? I do fine."
"Nooo. You don't." Dia mengacungkan telunjuknya di depan muka saya dan menggoyang-goyangkannya ke kiri dan ke kanan.
Akhirnya saya memilih balik badan.
"Heiiii... where are you going?"
"Go home. Bubye!"
Ia menarik tangan saya, menyeret saya ke bangku semen di dekat kami. "Cerita dong. Kayak bukan sama temen aja."
"Cerita apa sih? Lagi nggak punya cerita."
"Kamu mau kabur-kaburan lagi, kan?"
"He?"
"Ah, kemarin udah ngeluarin keril 60 litermu dari lemari."
"Oh itu." Saya teringat acara bersih-bersih kemarin. "Mau masuk gua."
"Caving lagi?"
"Yup."
"Oh dammit, I envy you. Really."
"Oh yea? That's your problem kan? Not mine."
Saya dicekik.

...

Dan Kris yang paling tahu, tanpa harus diberitahu, bahwa akhir-akhir ini saya kepingin banyak jalan.
Kangen jins, ransel dan sepatu keds yang sekarang terpaksa dilemarikan.
Kangen merentangkan tangan lebar-lebar dan tertawa lepas di udara bebas.
Kangen melangkah lebar-lebar, melompat, berlari, dan menendang batu-batu kerikil.
Kangen rute naik-turun, tanjakan-turunan yang curam dan berkelok-kelok, yang biasa saya lewati di atas motor sambil teriak 'yiha'.
Kangen makan di pinggir jalan, meskipun cuma sepotong pisang goreng dan segelas teh tawar hangat.
Saya kangen. Sungguh.

Kris pernah tanya, sampai kapan keinginan saya cuma mentok di situ.
Berkisar pada jalan-jalan, maksudnya. Saya nyengir. Keinginan saya banyak kok, bukan cuma jalan-jalan. Tapi tidak pernah saya umbar. Selalu saya sederhanakan sembari diusahakan.
Saya tidak mau stress karena cita-cita yang tidak kesampaian. Saya mau jadi orang sabar dan tawakal.

Kata Kris, kalau jalan-jalan terus, kapan kawinnya?
Sekarang saya yang ketawa.
Tanya sama Tuhan, kata saya. Kapan Tuhan mau nimpuk saya sama cowok yang bakal jadi jodoh saya. Kapan? Ini semua bukan salah saya. Saya malah yang selalu jadi korban.
"OK, stop. Aku ogah curcol."
Kris melengos. Saya hapal, dia berusaha tidak tertawa. Dasar!

Tapi iya kan? (Ini saya ngomong ke Tuhan)
Saya nggak pernah minta banyak-banyak, kan?
Cukup rezeki yang lancar, pekerjaan yang disukai, tubuh yang sehat dan dikelilingi orang-orang yang menyayangi saya.
Cukup seorang laki-laki yang baik buat hidup saya. Tidak pernah saya meminta lebih.

Meskipun kata Kris (dengan nyinyir), "Tapi kalau bisa, kamu mau minta laki-laki yang suka jalan juga. Kamu membayangkan jalan-jalan berdua sama dia ke tempat-tempat yang seru. Just the two of you. In beautiful places. You are, the romantic freak!"
Iya sih. Saya ngakak. "Dammit, Kris! Do you read my mind? Since when did you become psychic?"

Tapi betul kan?
Buat kalian yang suka jalan seperti saya. Akan menyenangkan kan, kalau suatu hari hidup tiba-tiba terasa monoton, pasangan hidup kita bisa diseret berkelana kemana pun tanpa protes, karena dia juga menyukainya?
Saya punya beberapa pasang teman yang seperti itu. Sejujurnya, saya iri :)

Tapi itu sesungguhnya tidak terlalu penting juga, iya nggak? (ngomong lagi ke Tuhan).
Saya tidak pernah banyak meminta.
Hanya mau kehidupan yang tenang dan baik-baik saja, saya akan merasa bahagia.
Saya bukan perempuan yang rewel. You know me, God :)

Tapi Kris benar (lagi-lagi si Kupret itu membaca pikiran saya).
Akhir-akhir ini saya kepingin pergi.
Kemana saja. Sejauh yang saya bisa.
Kan mumpung saya masih sendiri.
Bukan karena saya tak kuat dengan rutinitas. Bukan karena saya tidak teguh, tidak tegar.
Hei, saya masih saya yang sekuat baja!
Saya cuma kepingin jalan. Mengukur jarak. Melihat dunia.
Pakai sandal gunung. Atau sepatu keds. Dengan keril 60 biru itu.
Sendiri. Atau berdua. Atau bertiga. Karena saya tidak suka rombongan.
Karena demikianlah saya sedari dulu.

I am. 
Just as simple as that.

pict from here

Image and video hosting by TinyPic

8 comments:

Hikmah said...

wah, kalo kak enno mau bolang ajak2 donk :D

Annesya said...

jangan2 bentar lagi muncul label kisah Kris... eeekkkhhhh

Selfish Jean said...

Jalan2nya sambil gandeng2an tangan yah, No. Ihiy, asiknya #efekfilmIndia #laginontonsamanyokap

Kuz9 said...

nice and keep posting

Enno said...

@hikmah: boleh.. tp kdg waktunya suka ga cocok sm org. kan kalian kerja dan kuliah... aku? aku mah bebas hahaha...

@annesya: ye nuduh! ini pasti nyangkain gw ada apa2 sm kris ya? dia temenkuuu :P

@monik: itu mah kayaknya khayalanmu deh wakakakak btw cpt sembuh yaaa :D

@kuz9: thank you :)

Summer Solstice said...

fyi carrier not keril

rusni said...

Ah klo cuma jalan2 gitu ajakan bisa pas week end, bisa ditambah camping gitu.
Yg agak gokil mmg baru Trinitty "the naked" ya, secara dia go around the world 1th, duh.

btw links rusni sdh dihapus koq ?

Enno said...

@summer solstice: FYI juga, bahwa keril dan carrier itu sama. itu penyebutan yg lazim di kalangan pencinta alam dan penggiat outdoor. cuma pemudahan lafal dari bahasa inggrisnya :)

@rusni: klo kamu suka baca blog ini, harusnya tau klo minat saya beda sama mbak Trinity. traveling saya masuk kategori minat khusus. saya pergi utk telusur gua (caving), climbing, rafting, mountaineering dan historical traveling. itu bkn kegiatan yg bisa dilakukan weekend aja. itu perlu waktu berhari2, minimal lima hari :)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...