Tuesday, May 31, 2011

Menulis Itu Gampang

Menulis itu gampang.
Masa sih?
Iya kok.

Banyak yang bertanya pada saya bagaimana caranya mulai menulis. Mereka melihat bahwa saya menulis apa saja. Dari hal-hal kecil sehari-hari sampai cerita horror. Kemarahan dan kekesalan di tangan saya bisa menjadi sebuah tulisan. Bahkan topik favorit saya, cinta, kadang-kadang hanya ditimbulkan oleh sebuah adegan kecil seperti melihat kupu-kupu yang hinggap di atas bunga, atau sebuah kenangan manis dari masa silam yang masuk ke dalam mimpi semalam.

Bagaimana caranya mulai menulis? Gampang kok. Tidak perlu harus mencomot ide, plot, judul atau kalimat-kalimat dari tulisan orang lain, seperti dari salah satu posting saya yang baru saya ketahui hari ini.

 Ini saya bagi langkah-langkahnya.
  • Mulai saja dengan banyak membaca. Bacalah apa saja. Membaca bisa membuka wawasan pikiran dan menimbulkan banyak gagasan di kepala. Membaca juga memberikan pemahaman bagaimana cara menulis dan menambah perbendaharaan kata, menambah pengetahuan tentang ejaan yang disempurnakan dan penggunaan tanda baca yang benar.
“Menulis dengan tanda baca yang kacau sama saja seperti naik angkot dengan sopir yang tidak bisa menyetir,” kata novelis Clara Ng di status twitternya.

Menurut saya, orang yang hobi membaca sebenarnya bisa menulis asal mau mencoba dan berusaha. Sepupu saya Andara, adalah orang yang sama kutu bukunya seperti saya, tapi ia merasa tidak bisa menulis. Suatu hari saya melihat ia sedang mengerjakan tugas-tugas kantornya, menulis laporan dan membuat berbagai macam korespondensi bisnis. Saya takjub ia menulisnya seolah tanpa berpikir, tanpa draft, dan bahasa dalam tulisannya tidak perlu diedit. Itu bukti bahwa sebenarnya ia bisa menulis.

  • Bagaimana mencari topik? Tidak perlu topik yang muluk dulu. Mulai saja dari hal-hal kecil di sekeliling kita. Kehidupan sehari-hari dan perasaanmu sendiri. Saya berlatih dengan menulis buku harian sejak kelas lima SD.

Ada sebuah cara berlatih mudah yang biasanya saya terapkan pada murid-murid kecil saya, bahkan pada Andara. Menyodorkan sebuah kata yang harus dijadikan sebuah cerita minimal satu paragraf.

Suatu hari saya menyodorkan sebuah kata ‘layang-layang’ pada Andara. Ia mengomel meski akhirnya menulis juga. “Layang-layang di angkasa biru itu terbang melenggak lenggok dengan sangat anggun. Ia pasti melihat seluruh kota dari atas sana. Membuat aku penasaran dan ingin ikut terbang. Apa ya yang dilihatnya?”

Sebuah kata ‘teman’ saya sodorkan pada Salsa, sepupu saya yang masih kelas empat SD. Ia menulis, “Temanku Nadya memberikan boneka beruangnya padaku hari Senin. Aku senang sekali karena aku memang suka boneka beruangnya. Tapi aku tidak bisa memberinya gantungan kunci kesayanganku karena Nadya meninggal kemarin. Demam berdarah membunuh teman baikku.”

Well, good job kan?

  • Kadang-kadang saya mendengar komentar teman-teman tentang hasil tulisannya sendiri. “Ini kacau banget.” “Tulisan saya terlalu jelek buat dibaca orang.” “Kok saya nggak bisa sebagus kamu?”
Well guys, jangan berharap tulisan kalian langsung sempurna begitu selesai ditulis. Begini nih caranya. Setelah tulisan selesai, baca ulang. Endapkan dalam hati. Perhatikan bagian mana yang tidak perlu ada, bertele-tele atau terlalu lebay. Endapkan lagi, kalau perlu satu hari. Kemudian baca lagi, perhatikan lagi adakah alurnya terlalu ganjil, atau ejaannya dan tanda bacanya salah? Jangan ragu mengubah atau menambah jika menemukan ide baru yang lebih menarik dan tepat.

Revisi itu perlu. Benar sekali kalau ada yang bilang bahwa saya mempersiapkan tulisan saya dengan matang. Meski cuma sebuah tulisan di blog, saya mempersiapkan judul dan topiknya beberapa jam sebelum ditulis. Menghabiskan hampir satu jam lagi untuk dibaca ulang dan direvisi.

  • Salah satu kunci sebuah tulisan (jika berupa diary, cerita pendek atau novel) adalah DIALOG. Bagaimana cara mendapatkan dialog yang hidup? Saya biasanya memvisualisasikan adegan yang saya tulis itu di kepala. Sehingga saya seolah-olah mendengar sendiri percakapan para tokoh itu, atau kadang-kadang menempatkan diri menjadi salah satu tokohnya.

Salah satu yang paling saya nikmati dalam menulis cerita adalah membuat dialog. Dengan dialog, saya bisa membantu pembaca mendapatkan gambaran lebih nyata dari sebuah cerita. Dialog juga secara tidak langsung memberikan pemahaman karakter para tokoh, tanpa harus susah-susah menguraikannya dalam kalimat yang njlimet dan malah membuat bosan pembaca.

  • Setiap kali memulai sebuah tulisan atau cerita, saya mempersembahkannya untuk diri sendiri. Menulis untuk saya baca dan nikmati, untuk mengabadikan sebuah kenangan atau gagasan. Saya tidak pernah menulis untuk dipuji, dikagumi, atau supaya terkenal. Saya juga tidak pernah menulis dengan pemikiran komersil.

Menulis dengan egois selalu tumbuh dari rasa cinta. Cinta terhadap kegiatan menulis itu sendiri. Saya tidak bisa membayangkan hidup tanpa menulis. Writing is my life. Writing is my passion. Rasa cinta akan membuat tulisan kita tulus dan indah. Tulisan dengan usaha sendiri, bukan hasil plagiat atau penjiplakan. Tulisan yang seperti itu dinikmati dan disukai orang lain, dan pada akhirnya akan memberikan nilai jual dengan sendirinya.

  • Jangan lupa latihan. Semua penulis mencapai keahliannya merangkai kata dengan berlatih. Latihan menuangkan gagasan di kepala menjadi rangkaian kalimat yang bisa dipahami orang lain. Kadang-kadang memang dibutuhkan dorongan hati, tapi kadang-kadang kita butuh kedisiplinan. Setiap orang punya waktu luang favorit untuk menulis. Kalau saya, ide menulis biasanya muncul di pagi atau sore hari.

Semua tips itu tidak datang dengan sendirinya. Saya juga banyak belajar dari para penulis terkenal, terutama JK Rowling, penulis novel Harry Potter kesukaan saya. Beberapa dari tips di atas itu dia yang kasih tahu lho :)

Ada beberapa kesamaan di antara saya dan Miss Rowling, yakni suka menulis ide, potongan dialog atau deskripsi tokoh di sehelai kertas apa saja yang bisa ditemukan saat itu. Ia juga selalu menulis untuk dirinya sendiri.

Oke guys, menulis itu gampang. Saya berharap, setelah ini tidak ada lagi yang mengambil plot, judul atau bahkan kalimat per kalimat dari tulisan orang lain (karena jika tidak ditulis sumber atau referensinya sama dengan menjiplak).

Buat kamu yang di sana itu, sayang sekali kalau kamu menghancurkan potensimu  dengan menjiplak karya orang lain. Jadi diri sendiri lebih keren. Percaya deh...

Baydewey, ada yang mau nambahin tipsnya? Silakan lho ^^

pict dari sini

Image and video hosting by TinyPic

13 comments:

Mimi sikembar said...

wah aku harus lebih rajin latihan lagi ne mbak, tulisanku nggak pernah berhasil panjang selalu berujung cerita singkat..

thx iaa mbak enno tips-nya, cap cus laksanakan cyiiiiiiiiiin...

Happy Blogging :)

Adhi Glory said...

I love this article...
saya sendiri merasakan kalau yg namanya nulis itu tuangkan saja apa yg ada di kepala, jgn pikirkan yg lain, setelah selesai dan diendapkan baru deh mulai mengedit

satu lagi tantangan yg paling saya suka dari menulis, yaitu menemukan gaya bahasa kita sendiri
awal-awal saya mulai menulis dulu juga saya suka meniru-niru gaya bahasa penulis lain, it's ok... namanya juga terpengaruh, nanti lama-lama kita akan menemukan sendiri gaya bertutur seperti apa yg cocok buat kita

intinya tetep latihan & terus mengasah kemampuan menulis :)

Arman said...

yah yang paling penting kalo mau nulis itu harus jujur ya. paling gak suka ama orang yang nulis tapi nyontek sana sini. :P

gloriaputri said...

aw,.....ini nyindir si penjiplak ya mba? xixixixiix....br beberapa hr yg lalu aq kebakaran jenggot gara2 kasus plagiat yg ternyata cm krn aq nya yg terlalu parno krn habis baca artikel mu dulu n kak maya...xixixii....skrng km deh...tp aq akui mbaa...org itu bener2 nnjiplak karya mu...ckckckk...kasian ya, dy mempermalukan diri sendiri kan kalo gt :)
bersyukur mba kamu dijiplak...brarti km menginspirasi dia...bersyukur juga karen kan bukan kamu yang njiplak, tp kamu dijiplak :)
ahhh...aq jg ngefans sama Mrs. Rowling mba :) keren bgt, cm gara2 lemari dibawah tangga jg perjalanan naik kereta di Inggris menginspirasi dy tuk nulis tokoh fenomenal Harry Potter :)
keep on blogging mba...aq jd terpacu nulis jg karena blog ini :D hehehhehe

Meida said...

Aku suka banget tulisan Mba Enno yang ini. Aku juga sebel liat orang yang menulis tapi tanda bacanya seenak udelnya, hehehe...

Aku kalau ada ide terlintas biasanya langsung ditulis di notes di handphone, nanti baru dirangkai jadi tulisan yang baik.

Dari baca tulisan Mba Enno ini aku jadi lebih merasa perlu mengendapkan lagi cerita untuk di edit. Seringnya aku ingin buru-buru, begitu sudah di-publish baru dibaca lagi dan di edit, hehe...

Terima kasih, Mbak, untuk tips-nya. Aku izin sharing link-nya lewat email untuk teman-temanku ya.

Enno said...

@mimi: kan hrs langsung bs bikin tulisan panjang... nulis aja dlu di blog yg pendek dan lucu2... ur welcome mi... fighting!

@adhi: bener bgt dhi, aku jg nulis aja dulu, baru diendapkan dan diedit... keep writing ya! style kamu oke kok :)

@arman: iya bener man.... gw suka tulisan lo yg enteng dibaca dan lucu.. bener2 elu banget :)

@glo: nah mudah2n tipsnya berguna ya hehehe

@meida: iya! aku jg suka nyatet di hape hihihi... oke silakan share link-nya... thx ya mei :)

maya said...

rasanya udah komplit no.
kalo pun ada tambahan, bukan hal yg tll penting. buatku, cara cepat menilai bagus tdknya tulisan bisa dilihat dr paragraf awal tulisan itu. bgmn si penuls membuka ceritanya ;)

Enno said...

@maya: iya bener... bisa diliat dr cara dia membuka cerita may...

:P

Hans Brownsound ツ said...

banget enn! nulis itu gampang kok kalo dibikin gampang. kalo belum apa2 udah dibilang susah, ya susah jadinya. :D

hehehe. aku gak terlalu mikirin tulisanku bagus ato nggak. yang penting nulis aja. nulis untuk melepaskan apa yang ada di hati dan kepala. hehehe. terserah orang mau bilang apa.

Enno said...

hans, justru hrs seperti itulah klo nulis... tulis aja dulu yg ada di kepala... klo bukan utk dijual ato dilombain ya ga usah pusing dipikirin bagus enggaknya...

aku jg nulis buat melepas apa yg ada di kepala... :)

Bayu Indra Dinata said...

Jadi, mengoreksi tulisan sebelum di pos ke blog juga sangat penting ya kk. Enno? Harus berubah dah ...

Chindera Kasih said...

makasiih banyaaak postingan ini bikin saya makin semangat :)

Enno said...

@bayu: iya dong, jgn anggap remeh hal yg kecil. dari yg kecil bisa jd besar kan. dr tulisan di blog, bisa jd novel lho :)

@chindera: syukurlah! keep writing ya :)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...