Friday, February 11, 2011

It's Still Me

Orang-orang bertanya kenapa sekarang saya beda. Saya yang dulu begitu mudah ditebak. Ekstrovert, tampak jelas suasana hati saya dari raut wajah yang cemberut atau tertawa. Tapi sekarang mereka bilang saya menjadi Enno yang lama tapi baru. Menjadi tidak mudah ditebak dan lebih banyak diam.

Saya tidak menjadi pendiam kok. Saya masih suka tertawa terbahak-bahak, jahil dan tak bisa diam. Tapi saya akui ada beberapa hal yang tak bisa lagi saya nikmati. Saya kehilangan momen-momen tertentu sejak tak ada Ibu. Tak ada lagi orang tempat berbagi kalau sedang jengkel atau senang. Saya kesepian. Mungkin itu sebabnya orang-orang melihat saya lebih banyak diam.

Dulu, kalau saya sedang kesal dan sakit hati pada seseorang seperti sekarang, selalu ada Ibu yang bisa saya paksa mendengarkan omelan saya. Meskipun kadang-kadang reaksi Ibu tidak seperti yang saya inginkan, tapi bagi saya itu sudah cukup melegakan. Walaupun kadang-kadang malah saya yang disalahkan, saya merasa diperhatikan.

Saya harus survive. Itu yang ada dalam pikiran saya sekarang. Menjadi satu-satunya anak yang belum menikah di keluarga ini, menjadi satu-satunya anak yang sekarang mengurus Ayah, rumah dan segala urusan internal berkaitan dengan kebun, sawah dan hubungan dengan masyarakat sekitar.
Saya. Bukan adik saya. Bukan kakak saya. Saya akan serahkan semua urusan ini pada mereka kalau saya menikah kelak. Tapi sekarang belum. Saya harus kuat dan bertahan.

Bahwa perlahan-lahan saya menjadi orang yang semakin complicated, itu benar. Beberapa selera pribadi saya perlahan-lahan berubah. Tiba-tiba saya jadi suka musik jazz dan akustik, karena membantu saya menenangkan diri. Saya jadi kembali pada keasyikan menonton drama Korea yang pernah saya tinggalkan, karena itu membuat saya bermimpi indah sebentar. Saya mulai melatih bahasa Inggris saya, karena kerumitan membuat saya lupa pada kesepian. Saya kembali menjadi traveler, karena itu membuat saya bisa melarikan diri dari rutinitas rumah yang menjenuhkan. Tapi di balik itu semua, saya masih tetap saya yang lama. Semua itu hanya cara untuk bertahan.

Hanya satu hal yang benar-benar berubah. Saya tidak akan lagi diam di tempat.

This is my life. I do what I love and do it often.
If I don't like it, change it.
If I'm looking for the love of my life, stop. They will be waiting for me when I start doing things I love.
I stop over analyzing because life is simple.
I'll travel often. Getting lose will help me to find myself. Some opportunities only come once. I seize them.
Life is about the people I meet. I will share my inspiring dream with them.




foto dari sini





Image and video hosting by TinyPic

10 comments:

Henny Yarica said...

kalo henny bilang itu salah satu pendewasaan diri tepat nggak yah?

Isti said...

jadikan ibu inspirasimu dalam berkarya..

chici said...

Semangaaat mbak enno, yg penting kita tetap jadi diri sendiri nggak make topeng..
Berubah itu wajar menurutku :D

yansDalamJeda said...

Hmmmm....meski tak pernah ketemu, sepertinya Enno masih "seperti yang dulu" dg tulisan2nya yang Hmmmm....masih "seperti yang dulu" jg. Mantab untuk di baca.
Salam.......

Enno said...

@henny: kayaknya sih gitu ya hen... hehehe :D aku emang telat dewasa kemaren2 :))

@isti: iya kok...kamu bener... thx ya :)

@chici: aku semangaaat! hahaha... aku pengennya berubah jd power ranger chi... hihi

@yans: wah kemana aja mas? makasih ya hehe...

shinta said...

ahh aku tetep suka baca blogmu,,
*mulai engga nyambung*

Beatrix said...

Perubahan...
Gapapa kali kalo orang berubah..
justru aneh kalo dalam hidup ga ada perubahan.
Kalo ga pernah berubah, berarti nggak ngelewatin proses hidu, tull ga?

Enno said...

@shinta: cuci muka dulu... :P

@beatrix: betul banget kamu hehe :D

gloriaputri said...

yg kumaksud di postinganku yg terakhir tu ini lo mba....tp emang dasar aq membahasakannya kurang jelas kali ya?

hidup tuh proses mba...
pendewasaan diri bagian dari proses itu...yuk kita sama2 nikmati prosesnya :)

Enno said...

oh gitu... memang harus latihan mendeskripsikan perasaan lewat tulisan, pelan2 :)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...