Tuesday, October 19, 2010

Kepada Yang Maha Penyayang

Tuhan, Engkau tahu aku mencintaiMu. Kuterima semua pemberianMu dengan lapang dada, dan bersyukur atasnya. Baik itu kesenangan maupun kesulitan. Kebahagiaan maupun kesedihan. Dan kususuri semua jalan yang Kau bentangkan, meski harus kuinjak bara dan onak duri.

Engkau selalu tahu yang kuminta dariMu. Agar Kau beri aku kekuatan lagi. Dan kesempatan menebus segala kesusahan yang tak pernah sengaja kutanggungkan pada kedua orangtuaku.

In the name of Allah, Most Gracious, Most Merciful.
Praise be to Allah, the Cherisher and Sustainer of the worlds;
Most Gracious, Most Merciful;
Master of the Day of Judgment.
Thee do we worship, and Thine aid we seek.
Show us the straight way,
The way of those on whom Thou hast bestowed Thy Grace, those whose (portion) is not wrath, and who go not astray.

-Holy Quran, Al Fatiha verse 1-7-

Kumohon, berilah aku kesabaran. Ketika ada yang mencaciku tidak becus. Berilah aku kekuatan agar aku bisa menerimanya dengan ikhlas. Karena hanya Engkau yang Maha Tahu apa yang telah kulakukan, apa yang telah kuusahakan.

Aku hanya manusia biasa, Tuhan. HambaMu yang hina, dan ada padaku segala kelemahan. Telah kumaafkan orang itu. Tapi biar kusimpan sakitnya sedikit, agar menjadi peringatan bagiku untuk menjadi lebih baik lagi.

Mungkin masih kurang apa yang sudah kulakukan selama ini. Mungkin masih belum cukup apa yang kuusahakan ini, agar kehidupan kami tetap berjalan seperti semula. Seperti sebelum Ibu sakit.

Mungkin piring-piring itu masih belum dicuci bersih. Mungkin pakaian-pakaian itu masih belum tersetrika rapi. Mungkin rumah ini masih belum serapi biasanya dan semua anggota keluarga belum merasa nyaman.

Tanganku masih kurang melepuh? Atau haruskah kupotong lagi rambutku agar menjadi nyaris botak, agar mirip para romusha? Agar mereka yang mengkritikku akhirnya yakin bahwa mengurus diri sendiri pun aku tak lagi punya waktu.

Maka beritahu aku caranya, Tuhan. Beritahu cara agar aku bisa sebaik Ibu menggantikannya mengurus semua ini. Berilah aku petunjuk yang terang, agar seluruh dunia terpuaskan.

Tak ada lagi tempat bagiku untuk mengadu kecuali di hadapanMu. Di tengah malam buta seperti ini, ketika air mataku menetes di atas sajadah dan tanganku menadah.

Tuhan, bagaimanapun terima kasih selalu mendengarkan aku di setiap malam yang hening. Terima kasih selalu mengulurkan tanganMu padaku. Membelaiku, merahmatiku.

Ampunilah segala dosaku, Tuhan. Selamatkanlah aku di dunia dan akhirat. Hanya kepadaMu kumohon pertolongan. Maha Benar Engkau dengan segala firmanMu.

Amin.




foto dari sini



Image and video hosting by TinyPic

9 comments:

gie said...

semoga lembut tangan Tuhan selalu membelai dan mengangkatmu. berapa kalipun kamu terjatuh..

Ikrimah Muzdalifah said...

subhanalloh... Mbak enno, aku yakin kesabaran Mbak enno suatu saat nanti akan terbalaskan lebih dariNYA...

Allah tidak akan membebani suatu kaum diluar batas kemampuannya....

Langit said...

nice,... Semoga kita menjadi manusia yg selalu bersyukur atas apapun yg kita terima....

kita diberi ujian dan kita jg diberikandiberi kekuatan oleh ALLAH untuk menjalaninya.

:)

M. Faizi said...

Saya tidak mengharuskanmu sabar terhadap cacian, karena saya juga tahu, "bersabar" adalah sikap yang sangat berat. "Sabar" dan "syukur" adalah kunci sukses yang sejati.

Caci maki dari orang lain merupakan modal penting untuk kita berkaca lebih lama di depan cermin. Semoga Allah menlindungimu, kita semua. amien

dv said...

semoga semua baik2 aja yah mbak..
Allah tidak pernah tidur, pasti ada hikmah yang bisa diambil :)

Fhareezha said...

Seperti sedang baca do'aku sendiri hix..,...Allah pasti punya rencana yang indah di balik semua ini mba enno...

Curly_t@uRus said...

sabar ya ,,,,sabar,,,

Enno said...

Dear all, makasih ya supportnya... adanya kalian, bikin aku semangat terus :)

Elsa said...

amiiiiiiiiiiiiiiiiiin amiiiiiiiiiiiiiiiiiiiin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...