Monday, July 12, 2010

Hanya Sebuah Saran

Teman-teman tersayang,

Ini karena e-mail yang bertumpuk-tumpuk datang. Sudah beberapa lama, ada yang sudah dibalas, ada yang belum karena saya tidak punya waktu membalasnya satu per satu. Ada juga beberapa pertanyaan, kritik, saran dan permohonan tanggapan. Juga beberapa teman yang setia membaca blog saya yang bilang bahwa belakangan banyak blog yang sama dengan blog saya.

Waduh teman-teman, saya harus berterima kasih banyak-banyak atas semua perhatian kalian. Alangkah hangatnya diri saya dikelilingi banyak sahabat di blog ini. Tanpa kalian, rumah ini sepi dan dingin. Tanpa kalian, saya tidak akan tetap bersemangat seperti sekarang. Tapi ada beberapa hal yang harus saya sampaikan dan bagikan buat kalian, menyangkut beberapa topik dalam e-mail-e-mail yang datang. Tentang rumah ini, yang setia kalian kirimi oleh-oleh salam yang hangat dan manis hampir setiap hari.

...........

Saya membangun rumah ini untuk diri saya sendiri. Awalnya sih begitu. Saya menulis juga untuk diri saya sendiri. Saya, seperti sejak dulu memang begitu, bukan orang yang mudah puas dan menganggap tulisan saya bagus. Sebaliknya, saya selalu menganggap tulisan saya selalu punya kekurangan di sana sini. Tapi sejak dulu saya juga tidak pernah peduli apakah orang akan menyukainya atau tidak. Menulis adalah hidup saya, hampir seperti udara untuk bernapas. Jadi kenapa saya harus peduli tulisan saya harus bagus atau tidak?

Belakangan, setelah mengenal Kenzo, saya tidak hanya menulis untuk diri sendiri tapi juga untuk dia. Bahkan sebelum kami berkenalan pun, ia sudah membaca tulisan-tulisan saya di sini. Ia selalu membacanya, katanya. Beruntungnya saya! Karena itu memudahkan saya mengungkapkan perasaan-perasaan saya padanya, menceritakan keseharian saya selama terpisah darinya, dan bahkan mengomelinya secara halus kalau saya sedang kesal.

Perhatikan, bahwa kadang-kadang saya menulis dalam dua istilah orang pertama tunggal 'aku' dan 'saya.' Saat memakai 'aku' itu berarti saya sedang menulis untuk diri saya sendiri, sedang mengoceh sendiri. Kalau menggunakan 'saya' itu berarti saya menulis untuk Kenzo atau orang-orang lainnya.

Belakangan saya lebih sering menggunakan judul dalam bahasa Inggris. Bukan, itu bukan buat gaya-gayaan. Tulisan saya secara rutin ditranslate ke dalam bahasa Inggris oleh sekretaris Kenzo, supaya Kenzo bisa memahami apa yang saya tulis karena bahasa Indonesianya belum lancar. Saya hanya memudahkan sekretarisnya (thanks ya Rani) agar tidak terlalu pusing mencari kata-kata yang spesifik untuk menerjemahkan judul.

Mungkin karena saya terbiasa bertanggung jawab di bidang produksi dan lay out majalah, sebagai managing editor dulunya... saya suka template yang polos, yang kemudian bisa saya lay out sendiri. Template yang saya pilih biasanya dengan font standar yang biasa dipakai di majalah dan surat kabar, yang relatif mudah dibaca dalam komposisi teks yang panjang.

Template saya juga kelihatan agak kaku dan selalu memiliki banyak kolom. Soalnya saya memperlakukan blog saya seperti majalah. Seolah-olah saya punya kolom khusus untuk iklan, opini, surat pembaca, dan lain-lain. Mempermudah saya membuat blog yang rapi seperti majalah yang saya utak-atik setiap minggu deadline.

Gambar-gambar untuk header saya bukannya saya comot begitu saja karena keren. Gambar perempuan dan salju karena Kenzo menjuluki saya 'Kireina Yuki' atau Salju yang Cantik. Gambar dua pasang kaki sepasang sejoli adalah representasi saya dan Kenzo. Gambar seorang perempuan sedang menjemur pakaian dan boneka, itu representasi sisi feminitas saya. Semua header yang saya pasang menggambarkan diri saya.

Seperti halnya tulisan, saya juga memperlakukan foto di postingan saya seperti di majalah. Mencari foto yang tepat seringkali lebih menghabiskan waktu daripada menulis isi postingnya. Sumpah. Saya harus mencari foto yang benar-benar 'berbicara' tentang apa yang saya tulis.

Sebelumnya, saya memasang foto dalam ukuran kecil. Saya mengambilnya dari sebuah situs galeri yang dalam policy terms-nya memperbolehkan mengambil foto tanpa link jika hanya versi ukuran kecilnya. Belakangan saya mengubah lay out blog dengan memasang foto besar. Karena itu sekarang saya memasang link sumber.

Saya moody, dan itu berlaku terhadap warna. Saya suka blog yang putih polos karena saya suka warna putih dan kalau hati saya sedang datar. Kalau mood saya berubah, maka warna dominan di blog saya pasti akan ikut berubah. Tapi satu hal, warna-warna kesukaan saya (putih, hijau dan merah) akan selalu ada.

Widget-widget yang saya pasang itu bukannya sekedar pajangan. Semuanya dipasang karena memang difungsikan dan digunakan. Tata letaknya juga saya pikirkan sungguh-sungguh. Semuanya punya tujuan, dan secara egois tujuannya adalah untuk memudahkan dan demi kesenangan saya sendiri. Supaya saya tidak lupa mengecek Twitter, supaya Kenzo tau suasana hati saya kalau melihat Punkymood itu, supaya saya tahu siapa saja yang berkunjung hari ini, supaya saya mengenal teman-teman yang rajin berkunjung, dan sebagainya, dan sebagainya. Semua yang saya pasang bukan karena widgetnya keren, lucu, atau sekedar ikut-ikutan.

..........

Boleh dibilang, saya ini bukan orang yang melakukan sesuatu tanpa tujuan. Setiap kata, setiap bentuk, setiap pernik, dan setiap warna di rumah ini mempunyai makna. Karena itu mencerminkan jati diri saya.

Teman-teman lama saya yang juga suka berkunjung ke sini dan cuma jadi silent reader (karena bukan blogger) biasanya menjadikan tampilan blog saya sebagai acuan suasana hati saya. Nanti pasti deh mereka akan cerewet menelepon atau mengirim SMS yang isinya komentar atau pertanyaan: "lu lagi happy ya?" atau "lu lagi sedih ya?" atau "kalo lagi bete, kesini aja. Gue traktir deh!"

Menanggapi teman-teman yang bercerita bahwa ada blog-blog yang sama dengan blog saya, bingung deh mau menanggapi apa. Nggak terlalu penting juga dan bukan hak saya menghakimi. Nanti saya dibilang galak, lalu ada yang menghapus blognya lagi. Padahal demi Tuhan bukan itu yang saya inginkan. Memangnya saya siapa? KPK?

Tapi kalau boleh saya mau memberi nasehat profesional sih, jadi diri sendiri saja. Kalau selalu mengikuti orang lain, malah merugikan diri sendiri. Yang bersangkutan tidak akan jadi penulis dan blogger yang punya jati diri. Yang tidak mengembangkan kreatifitasnya dan mandeg di jati diri orang lain.

Saya pribadi tersanjung kalau ada yang mengaku terinspirasi oleh saya dan blog ini. Tapi terinspirasi bukan berarti harus mengidentikkan diri dengan apa yang disukai. Bukan berarti mencomot gambar atau sebaris tulisan (tanpa mencantumkan sumber).

Satu hal lagi, mencomot gambar, quote atau judul post seseorang mungkin susah juga disebut plagiat. Tapi ingat lho, kadang-kadang gambar yang dipost seseorang itu dicari dengan susah payah, kadang-kadang si pemasang mesti meninggalkan komen di galeri sumber sebagai permintaan izin, atau berkewajiban memasang link sumbernya. Agak tidak etis kalau diambil begitu saja.

Juga quote dan judul post. Beberapa blogger mencari judul atau quote itu dengan susah payah, mungkin dengan bertapa segala *mulai lebay*. Kadang-kadang blogger yang bersangkutan menggunakannya untuk versi cetak kumpulan cerpennya atau postingnya *seperti juga sedang saya pertimbangkan akhir-akhir ini* yang dengan kata lain ada unsur komersial di dalamnya.

Orang-orang mungkin tidak akan menyebutmu plagiat, tapi bagaimana kalau mereka malah menyebutmu copycat? Itu bahkan istilah yang lebih tidak enak lagi.

Yang harus selalu perlu diingat, membangun rumah itu tidak perlu selalu indah dan tidak perlu harus mengundang pujian. Membangunnya dan mengisinya harus mencerminkan diri sendiri. Itu akan menjadi indah dengan sendirinya ketika orang-orang memahamimu dengan melihat rumahmu.

Sungguh lho, ini benar-benar saran profesional dari kacamata seorang editor. Ini benar-benar sharing untuk kebaikan bersama, dan untuk menghentikan e-mail-e-mail cerewet tentang topik yang satu ini.

Kadang-kadang saya berpikir, teman-teman saya yang galak kok, bukan sayanya. Hehehe.


Foto dari sini


Peace ya,

Image and video hosting by TinyPic

32 comments:

denny said...

iya mbah,,,



*sungkem..
*berlalu sambil dapet angpau.

Desfirawita said...

mengerti, bu...
wah kalo gitu aku mesti ganti deskripsi header dong. soalnya kan ngambil punya mbak. Maaf deh, aku nggak tahu banyak soal yg beginian. tp klo soal tiru-tiruan, entahlah. isi blog ku jg menggambarkan isi hati ku kok.
waaah...leganya dpt saran bijak dari seorang profesional. makasih ya mbak..
btw aku gak bakal ngapus blog ku lho...itu bukan aku, klo salah ya akui n minta maaf...ya toh?? hehe.. :D

Enno said...

@denny: *mbah dukun nyemburin air ke muke lu* hihihi

@wiwit: bkn soal diganti atau enggaknya sih, toh bkn aku yg protes... tp aku suka sm tulisanmu, jd aku percaya kamu bisa mencari kalimat yg lbh indah, ayo coba deh :)

tha said...

siap jendral!! hehehe..mbak enno yang tegas, dan saya juga suka baca blognya...asik, kata-katanya bagus. Belakangan baru tau dari si ucup kalo mbak enno wartawan.
mbak aku link blognya yak

Desfirawita said...

udah kok mbak, judulnya "menghitung derai kenangan"
hehe...

Freya said...

mangstap deh mbakyu. Ane baru tauk deh ternyata banyak juga yang ambil quotenya mbakyu.

Keren. Keren.

Exalandra said...

"Seperti halnya tulisan, saya juga memperlakukan foto di postingan saya seperti di majalah. Mencari foto yang tepat seringkali lebih menghabiskan waktu daripada menulis isi postingnya. Sumpah. Saya harus mencari foto yang benar-benar 'berbicara' tentang apa yang saya tulis."

Asoy dah, gue dapet temen nulis-10-menit-nyari-gambar-2-jam.

Yeah!

Deacy said...

Melihat dari tanggapan mba Enno soal copy-cat, saya jadi makin kagum...berkelas... ^^

Btw, saya kira Kenzo itu panggilan sayang saja lho, ternyata beneran orang jepang to.... :)

Arman said...

emang sih kita gak bisa apa2 kalo ada yang niru2 kita ya... cuma emang heran aja ama orang2 yang seperti itu. ngapain nulis ya kalo itu bukan mencerminkan dirinya sendiri... mana enak sih berpura-pura jadi orang lain.. ya gak?

gua emang sering juga kalo pas bw, nyasar ke blog2 orang yang emang kayaknya gaya penulisannya niru2 elu no. tapi gak enak dibaca. hehe. jadi males... :P itu lah bedanya asli dan palsu. kalo niru2, karena bukan dari diri sendiri, akhirnya pun hasilnya jadi aneh dan gak enak dibaca.

[A]zhar said...

siap bu :)

Enno said...

@tha: hey blog yg lamamu kemana?

@wiwit: sip! bagus tuh :)

@freya: asal bilang dulu aja :)

@exalandra: hahaha samaan kita ya :D

@deacy: blasteran indonesia-jepang sebenernya :)

@arman: hehehe iya byk nih yg ngimel sm gue cm buat cerita soal itu doang... mau dibalesin satu satu repot, ya udahlah gue jd bikin keterangan pers disini! huahahaha...

@azhar: hihi apdet dong blognya ipuuul! :P

Gogo Caroselle said...

And there,
the case is rested.
mgkn ga maksud plagiat tp terinspirasi yah mba...
jiahh, inspirationaaal...
mwah mwah <3
:)

chicie said...

Wah mbak aku suka banget ama saran mbak yang bilang "jadi diri sendiri aja!". Aku juga sering terinspirasi ama banyak blog sih, tapi aku tetep nulis dengan gayaku dan apa yang ku tau aja di blogku. Ini juga masih tahap belajar. Kayaknya bisa ni sekali-kali aku minta saran ama mbak editor yg satu ini, hehehe...
aku pasang Linknya di blog aku ya mbak?

Aku suka headernya mbak.. Tapi belum bisa bikin sendiri, karena rada gaptek ni nggak ngerti cara buatnya, hehehe...

readhermind-dy said...

ak suka tulisan2 untuk kenzonya..
:p

Ila Schaffer said...

whahaha stuju bgtt ini ,,

Orang-orang mungkin tidak akan menyebutmu plagiat, tapi bagaimana kalau mereka malah menyebutmu copycat? Itu bahkan istilah yang lebih tidak enak lagi.

SUKAAA! hidupp enooo!! loh*

Enno said...

@gogo: terinspirasi itu seharusnya berkaitan dengan spirit dan soul-nya... atau mgkn teknis penulisan... bukan peniruan fisik go :)

@chichie: minta saran boleh kok. btw makasih dilink ya :)

@dy: haha semoga kenzonya jg suka ;)

@ila: hehe... ada apa ini tereak2? :D

denny said...

udah jgn marah2 kau.
tenang mok.. tenang.. ada abang..


jiah.. hahahah

dansapar said...

wah bagus tulisannya ...
enw, saya juga suka mampir ke sini
pas baca kayak di gunung yg tenang
nyaman...

LIB said...

mampir
salam kenal ya

Liona Rei said...

hua...
saya semalin sukaaaa...

*addict sama tulisan2nya*

bahagianya om Kenzo selalu dikirimi tulisan2 macam begini.

tammi prasetyo said...

waaaah aku ngerti banget lho mbak kalo soal nyari gambar berjam-jam dan quote sampai harus bertapa segala ahahaha.. *lebay

Enno said...

@denny: marah? alamak gak penting amat... aku ni marah sm kau gara2.... kau taulah, lepas dr masalah ini sm sekali... :P

@dansapar: makasih yaaa.... saya emang suka naik gunung :)

@LIB: makasih dah berkunjung, salam kenal juga yaaa... :)

@liona: hehe makasih *blushing*... iya kenzo beruntung bgt ya punya saya *ngelirik kenzo* hahaha

@tammy: samaan ya tam? hehe

presyl said...

mantap emang mba enno..
printilan2 yg ga kepikiran semua ada maksudnya. hihi

oh ya mba, ternyata baru sadar klo mba enno ini yg jadi editor bukunya mas andrei yg travellous kan? klo suatu saat saya bikin buku, boleh ya mba minta jasa jadi editornya.. hehe *entah kapan buat bukunya tapi*

BABY DIJA said...

blognya Tante baguus deh

Enno said...

@presyl: hehehe.. bikin bukunya kapan? jawabannya: kapankapan hihihi
:P

@dija: makasih dija, blog dija juga tu,,, ketularan suka warna kuning dr tante elsa ya? :D

kristiyana shinta said...

aku paham,, sangat mengrti bahkan :)

kangen mba enno udah lama engga kesini :)

Enno said...

iya shintaaa... kemana aja?
:)

peri musim said...

hehe, aku juga suka sebel kalo ada yang mirip2 blog-ku, padahal aku cuma ge-er, wkwkw. eh jadi kangen nulis blog, nulisss ah.

salam kangen mbak enno, aku masih menunggu novelmu :p

maya said...

nah bener, memang sebaiknya jadi diri sendiri dan melakukan apapun dengan tujuan. bukan asal atau 'yah suka aja gitu'... -.-"

btw, kurasa tiap blog memang menunjukkan, sedikit-banyak, pribadi si empunya, tul kan no? hehehhehe

gloriaputri said...

mbaaa....aq dapet link ini gara2 baca komen km di postingan orisinalnya kak maya :)

lha aq baru tau km ternyata jg uda pernah posting kayak gn (soalnya ngurutin baca blognya dr paling awal n skrng br sampe arsip 2008) hehehhe

well, bener bgt, aq lbh suka jd diri sendiri, cape klo niru2 :) kaya warna kuning di blog ku kan bukan niru tp karena aq suka kuning :) hehehehhe

betewe, maw nanya mba, pny ku koq copyscapenya gag ngaruh protect y? ada saran?
biar tulisan aq jelek, tp aq kan gag maw dong di grab gt aja tulisanku......

Inez said...

K Enno, sy ga pernah comment sebelumnya. Mampir jg cuma sekali. *maap bukannya sombong.. =P

Sy baca ini dari link yg kk tulis di postingannya K.Maya (yg soal orisinalitas). Dan baru kali ini sy beneran suka sm sudut pandang dalam ngeliat masalah copas2an. (Suka jg sm sudut pandangnya K.Maya kok.)

Ini sy tergerak (halah!) pengen ikut komen soalnya barusan baru baca yg ttg beginian jg. Dan krn sy masih bayi banget di dunia blogging, masalah ini jadi kedengeran 'ngeri'. Tp pas baca post ini, sy jadi lebih santai. Ya semuanya balik ke diri sendiri kan?

Jadi intinya apa Nez?

Intinya, makasih, great post! XP

Enno said...

@peri musim: hehe novel masih gitu deh git haha...

@maya: tull! :))

@glo: copyscape? per posting aja trackingnya...

@inez: widih tergerak... kita kayak lg penggalangan amal ya? hahaha

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...