Wednesday, July 7, 2010

Sebuah Rongga di Hatiku

When I say I love you
it means I love you what you are,

what you do, how you try

I've seen your kindness and your strength

I've seen the best and the worst of you

And I understand with perfect clarity
what and who you are

Don't make me wait
just because you know I will

-----------

Di hatiku ada sebuah rongga yang besar sekali. Dulu pernah ada istana di situ. Halamannya penuh kembang yang tumbuh subur. Dipupuk harapan dan janji-janji. Aku biasa berlari-lari di padangnya yang luas. Berbukit-bukit menuju langit. Berhenti di batas horison sambil tertawa, melambai-lambaikan tangan pada matahari di atas sana.

Mengejar kupu-kupu, berpacu dengan awan dan bayang-bayang. Apa saja yang bisa kulakukan. Kadang-kadang sendiri, kadang-kadang bersamamu. Lalu seperti balon, kita terbang ke angkasa. Menyentuh bintang, membelai bulan.

Dulu ada danau juga di sana. Pantainya landai dengan rumput-rumput melambai. Sejuknya memenuhi setiap sudut hati. Teratai-teratai merah jambu melayang di airnya. Rasanya damai sekali.

Kini yang ada hanya rongga. Rongga yang besar sekali, sejak kau pergi .

Aku ingin menjelma burung. Mengepakkan sayap mengikuti petunjuk angin. Melintasi samudera menuju ke benua dimana kau berada. Bertengger di atapmu yang kelabu oleh debu dan pahat waktu.

Aku mungkin hanya sebentar. Sekedar mencari matahari yang kau bawa lari dari langit kotaku, untuk mengisi lagi rongga itu. Dan jika tak kutemukan lagi matahari itu, akan kucari serpihan bulan yang tergilas rindu setiap malam. Yang selalu terlihat dari balik jendelamu ketika malam berdenting muram.

Aku dan kamu serupa bayang-bayang yang tertinggal di dimensi waktu. Dan pesan-pesan tentang sepi, rindu dan airmata seperti goresan tua di dinding-dinding piramida.

Mungkin memang seharusnya aku menjelma burung. Merebut lagi matahari dari tanganmu. Dan membawamu pulang sekalian.

Jadi, sampai ketemu nanti.


Foto dari sini


Image and video hosting by TinyPic

13 comments:

Billy said...

hmm...
dalam pencarian. smga cpt ktmu.
mantap mantap mantap :)

Ordinary BloG said...

Tetap bersabar, pasti kau akan menemukan belahan jiwamu, tulang rusuk yang yg menjadi pasanganmu.. =)

Clara said...

tetep sabar dan berusah ^^

denny said...

terus masang lagu de masip sekalian mok..
udah cocok ni buat level suicidal ku hahahahaha

Gogo Caroselle said...

aih mba kenapa?
:(
tetep ya makin sedih makin canggih postingannya... hehe

Desfirawita said...

disini jg lagi sedih :(

Deacy said...

"He taught me how to love but not how to stop"

kata gambar itu................

Enno said...

@billy: bkn pencarian tp penantian haha

@ordinary blog: amin :)

@clara: tentyuu :)

@denny: gantung diri di pohon toge kan?

@gogo: iya ya kenapa ya? hahaha

@wiwit: waduh, jgn ngikut2 sedih ah :)

@deacy: ya keren ya quote nya :)

Gogo Caroselle said...

karennnaaaaaaa:
engga tau, cos u're simply so great in writting? hihi

Desfirawita said...

Mbak enno, mampir k blog ku yang satu lagi yuk. Pengen tahu aja, apa blog ku itu merupakan sebuah plagiat. soalnya banyak yg bilang meniru mbak enno.
jujur aku memang belajar nulis dr karya2 mbak Enno, mbak iwied, n mbak gita. dan judul headernya memang ngambil salah satu judul psotingan mbak. tp nggak maksud plagiat kok...
makanya, aku mau tanya. mohon kunjungannya ya...jangan sampai nantinya aku dicekal n dituduh pembajak juga. hehe... :D

biar mudah ini ku kasih linknya : http://hujandimusimsemi.blogspot.com/

thanks before, mbak enno yg baik...

denny said...

pohon toge. semangka. sama bonsai.

ikut mok??
bisa kok.masih ada tempat.

hahahaha

kristiyana shinta said...

dia pasti menanti mu juga,, heheh :)

gloriaputri said...

aq baca ini koq langsung teringat sama salah1 video klip nya Paramore yg Brick by Boring Brick y?
bagus bgt mba tulisanmu ini :))

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...