Sunday, July 26, 2009

Kamu Apa Kabar?

Sebuah pesan pendek malam-malam.
"Kamu kenapa? Kok isi SMSnya begitu? Kamu salah kirim kah?"

Balasan dariku.
"Nggak ada apa-apa. Cuma bercanda. Kamu nggak baca terusannya ya? Gulir kursornya sampai bawah dong. Kan disitu ada tertandanya. Hehe."

.......

Ia masih belum sembuh dari penyakit 'gampang dijahili' rupanya. Tom, maksudku. Kemarin pagi aku melihat banyak foto baru hasil jepretannya di fesbuk. Bertema human interest, bagus-bagus. Ia habis hunting foto lagi rupanya. Tanpa aku. Huh, kesal!

Lalu timbul keisenganku. Mengerjainya lewat SMS. Kebetulan Denny baru saja mengirimiku SMS jahil. Yang itu ku-forward lagi pada Tom. Ia terkejut tentu saja. Soalnya kalimat pembuka di SMS itu menyiratkan perpisahan yang menyedihkan. Seolah-olah aku mau pergi jauh, entah kemana dan berjanji padanya....

"... tidak akan memasang kolor merahku lagi di luar. Tertanda, Superman."

Yang bagian paling bawah itu tidak terbaca olehnya rupanya. Hehehe...

Mengerjai Tom memang paling mudah. Karena ia tipe orang yang lurus-lurus saja. Kadang-kadang ia malah jadi ketularan gaya bicaraku yang centil. Aku pernah jengkel setengah mati waktu ia senang memakai kalimat: ya iya dong, masa ya iyalah.
Rasanya ingin mementung kepalanya.

"Kamu malu-maluin aja deh! Masa kayak abege gitu sih! Lagian yang ngomong kayak gitu biasanya cewek, tau! Mau dibilang banci?"

Ia sudah biasa kalau aku mengomel. Cuma menyeringai geli.

Kadang-kadang tanpa diduga, setelah lama menghilang, ia akan mengirim pesan pendek. "Kamu apa kabar?"
Dan jawabanku selalu saja cerewet. "Hai Mas! Aku baik-baik aja. Kamu dimana? Di Jakarta ya? Kemarin kemana aja? Kok nggak ada kabar? Teganya, teganya. Kapan traktir aku? Hunting foto berikutnya ajak aku ya? Awas kalo enggak!"

Kemarin ketika melihat foto-fotonya di fesbuk, tiba-tiba aku rindu pelosok-pelosok Jakarta yang sering kami datangi untuk mencari obyek foto bagus. Rumah-rumah kumuh, orang-orang di warung kopi, gelandangan, pengemis, anak-anak pengamen, kolong jembatan dan jalan layang, pinggiran Kali Ciliwung. Ia senang mencari obyek fotonya di tempat-tempat seperti itu.

Dan aku rindu padanya. Pada teman yang mudah dijahili itu.

"Nulis rindu sama cowok lain, nanti pacarmu marah lho!" Celetuk Ussy di belakangku barusan.
______________

Ah, masa? Enggak kan? Kamu sudah nggak cemburu lagi sama dia kan, darling? Aku merindukanmu sejuta kali lebih banyak... :)




Image and video hosting by TinyPic

13 comments:

Azhar said...

aku baik-baik aja kok

Curly_t@uRus said...

kamu mah udah tau dia gampang dijailin ehhh malah dijailin,,kan kasian no...

Arman said...

berarti saatnya pulang jakarta no... hehehe

tapi jakarta emang ngangenin... :D

gaelby said...

critanya bgus u/ Film pendek yg diadain TVOne. cba2 ngirim, nothing to loose khan...

salut kreaktifitanya, thanks n good luck !

Enno said...

@azhar: hehehe... sukur deh :P

@curly: ga tahan untuk jail hee :P

@arman: jakarta memang ngangenin kata sapa tu? kata aku. kata kamu kan enggak. lagi nyindir ye? :D

@gaelby: oiya, thx atas masukannya. boljug dicoba nih :)

nie said...

enno..awas, nanti kezo cembokur. hahahaha

Enno said...

ah! masa sih?!

*pura-pura kaget*

:P

denny said...

bah,,,

terakhirnya ngerayu..
hahahahaha....

dasar!!!!

genial said...

kqkqkkqkqkq... dasar da ahh.. sms-ers..

Enno said...

@denny: yaaah terpaksalah dirayu dikit... sapa tau boss kau itu masih sentimen sama batosay :P

@genial: hehehe :P

Uke Poet said...

Friend sometimes means more than b/f :P

Sari Maniez said...

Temen yang rada 'polos' emang ngangenin, walopun kadang cenderung garing hehehe.
Eh, mau dunks aku di forward-in SMS Kolor merah itu hwahahaha
:P

Enno said...

@uke: ya sometimes :)

@sari: smsnya udah dihapus :)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...