Saturday, July 11, 2009

Capek Deh

"Jangan lama-lama ya di Jakartanya."
"Memangnya kenapa?"
"Aku repooot..."
"Ah biasanya juga nggak ada aku. Kenapa baru ribut sekarang!"
"Pokoknya jangan lama-lama. Kapan pulang lagi kesini?"
"Yaelah! Berangkat aja belum udah ditanya kapan pulang!"
"Pokoknya jangan lama-lama."
"Iya baweeeel...!"

.....

Pulang dari Jakarta, saya menemukan toko kecil Ussy berantakan. Semua barang yang sudah saya susun tidak lagi pada tempatnya, stok habis, dan ada beberapa stationery di meja kasir yang hilang.

"Cuma dua hari ditinggal kok jadi berantakan?" Tanya saya.
"Ya habis repot, sambil ngurus ini dan itu."
Saya, seperti biasa kalau marah padanya, merengut dan menghentakkan kaki. Lalu mulai membereskan lagi susunan barang, menghitung stok dan mencatat apa saja yang harus dibeli, tentu saja sambil mengomel.

Waktu pertama kali datang dan memutuskan membantunya mengurus toko jika saya sedang menginap di rumahnya, saya langsung menyadari bahwa Ussy bukan jenis orang yang terorganisir. Saya mulai memeriksa isi tokonya dan menemukan banyak hal yang menurut saya tidak rapi, tidak teratur, dan tidak pada tempatnya.

Saya mulai membereskan semuanya. Membuat beberapa penataan di etalase dan mencanangkan sekian aturan. Menobatkan diri saya sendiri sebagai manajer tokonya.

"Lalu apa kata kakakmu?" Ibu tertawa saat kutelepon.
"Cuma nyengir. Payah!"
"Ya sudah, bereskan lagi aja."
"Capek."
"Ah, begitu aja kok. Sudah bereskan. Kasihan kakakmu."

Kata Ayah, saya terbiasa bekerja di kantor, mengatur anak buah, punya jam kerja dan memang managing editor yang setiap hari mengatur tetek bengek liputan dan naskah, jadi tentu saja punya cara kerja yang berbeda dengan Ussy.

Hampir dua hari sekali, Ussy pergi belanja kebutuhan toko berbekal catatan saya.
"Jangan beli barang yang nggak ada dalam catatan ya."
Tapi pulangnya selalu saja ia membeli yang lain-lain.
"Kenapa beli ini, ini dan ini?"
"Buat persediaan."
"Masih ada. Makanya nggak kutulis. Buat apa dibeli? Sayang stok lama nanti nggak terjual terus keburu expired!"
"Hehehe."
Maka, saya akan mengomel lagi.

......

Siang ini pembeli di toko sedang penuh, Ussy menghilang. Ada beberapa barang yang tidak ditemukan, padahal saya yakin stoknya masih ada. Saya merogoh saku mencari ponsel dan menghubungi nomornya.

"Kak?"
"Hmmm... yaaa?"
"Aku sibuuuuukkkk!!!"
"Iya, iya, sebentar."
Kakak saya tercinta muncul dengan mata kuyu.
"Kemana aja?"
"Hehehe... ketiduran."
"Malah tidur? Aaaarghh!"
"Aow!!!"

Tangannya biru saya cubit. Biar tahu rasa. Huh.


Image and video hosting by TinyPic

7 comments:

maya sitorus said...

kualat lu,,,kakak dimarahin mulu eeitt di cubit lagi sampai biru,,,

Enno said...

hehehe
enggak sekejam itu kok. tiap sore kan aku yg pijat punggungnya

:P

Sari Maniez said...

Jeng, mbok aku ikutan dipijat....wakakak... ;p
*kabuurrrr...*
Eh, orang sabar disayang Tuhan lho...tau tidak ? :D

denny said...

walah,
kakak dipijit
adek dianiaya,
dijadiin peliharaan pulak..

memanglah kau,,,
tunggu pembalasanku ya mok...

i'll be back.

Enno said...

@sari: wah tarifnya mahal bu :P

@denny: hehehe... kualat kau nanti balas2 aku segala :P

Silly said...

Hahahahaha...

Kakak yang slebor, tapi lucu :))

Kalo biru2... digambarin pemandangan aja sekalian no, biar tambah lutju

*dipentung*

Enno said...

hehehe...
lucu ya sil? ya kadang2 sih, lumayan buat hiburan

:P

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...