Friday, May 29, 2009

I Found Eden


: my spring

Darling, kemarin saya menemukan surga.
Sebuah danau rawa yang tepinya berakhir di kaki gunung. Airnya tenang dan datar bagai cermin. Merekam birunya langit dan gumpalan awan di angkasa tak berbatas. Di sekelilingnya sawah menghijau. Sewarna karpet yang digelar di masjid kampung kami.

Saya memaksa adik saya menghentikan motornya. Berdiri di tepi jalan mengagumi pemandangan.
"Lihat kabutnya!" Seru adik saya. Ia duduk di atas motor, melingkarkan lengannya di pundak saya.
Kabut itu tipis, melayang. Dan wangi embun menguar dari dedaunan padi yang baru saja ditanam.
Pagi baru saja merekah. Matahari masih mengintip malu di sela pepohonan ketela, nun di ujung terjauh danau, di dekat pemukiman para petani.

Ada sebuah rakit bambu berlayar melintasi danau.
"Waaah! Aku mau naik ituuu!" Saya mencubit lengan adik. Berseru girang seperti anak kecil melihat mainan baru.
"Ssst! Jangan ngaco. Ke sananya mau lewat mana? Harus lewat pematang sawah yang becek begitu. Mau kakimu kotor?" Adik saya melirik sepatu keds yang saya pakai.
Saya merengut. Menyesal tidak memakai sandal jepit dari rumah.

Di tengah danau, ada gubuk terapung. Saya mengguncang-guncang tangan adik lagi.
"Gubuk terapung! Uh, mau ke sana!"
Adik saya tertawa. "Uh, jadi merasa bawa anak kecil jalan-jalan!" katanya mengikuti gaya saya.

Iya sih. Padahal jalan-jalan pagi kami hari itu untuk menghibur dirinya yang sedang patah hati.

"Lanskapnya bagus," gumamnya. Matanya menerawang, entah memikirkan apa. Saya menatapnya iba.
"Besok kesini lagi yuk! Bawa kamera. Kita foto-foto. Yuk!"
Ia nyengir. "Ih, ogah! Aku nggak senarsis itu."
"Yaaah..." Padahal saya ingin menghiburnya.

Sementara di kejauhan sana, gunung yang berdiri menjaga danau itu seolah menatap kami dengan angkuh. Saya justru menatapnya dengan ingin. Kapan bisa mendaki ke sana ya? Dengan siapa?
"Naik gunung itu yuk?"
"Nggak mau. Capek."
Saya mencibir. Percuma. Ia lebih suka main musik, daripada hiking.

Darling, permukaan danau yang tenang itu beriak ditiup angin. Bulatan-bulatan kecil yang melingkar-lingkar, melebar, menjadi bulatan-bulatan besar sampai ke tengah danau.

Seandainya saya menikmati surga kecil ini bersamamu....

"Pulang yuk. Lapar nih..."
Saya mengangguk. Naik kembali ke boncengan motornya.

"Danaunya bagus. Harus kesini lagi. Kamu rahasiakan ya. Jangan bilang siapa-siapa."
"Memang buat apa sih?" Tanya adik saya.
"Foto-foto."
"Iya, foto-foto buat apa?"

Buat apa? Darling, kamu bisa tebak tidak? ;)
__________

Foto aslinya hanya untuk kalangan terbatas :)


Image and video hosting by TinyPic

3 comments:

denny said...

aku tau,
mau foto buat audisi mamak-mia kan???


hahahahahha....

ampun mok,
janganlah pulak marah2
nanti cpat tua kau..

Galuh Riyadi said...

Buat Pre-Wedding yaks??
Hurraaaayyy!!!! (?????)

Enno said...

@denny: iya, aku mau daftarin kau... makanya kucarikan lokasi :P

@galuh: masa sih? hehe

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...