Saturday, March 21, 2009

Hujan yang Kutunggu

Hujan ini kutunggu. Irama dan deru bulirnya menabuh genting dengan ritme buta nada. Pepohonan meliuk berdansa bersama angin. Dan wangi tanah menguar segar dicumbu air yang meresap ke pori-pori.

Hujan ini kutunggu sejak berminggu lalu. Ketika hati masih sendu setelah pertengkaran itu. Dan kini langit berbaik hati memberiku kedamaian dengan air yang dicurinya dari laut. Untukku. Hanya untukku.

Hujan ini kutunggu. Aku berdiri terpaku di balkon abu-abu rumah pamanku. Menyaksikan tarian bocah-bocah kecil bermain hujan di depan rumah. Hey bolehkah aku bergabung, tuan-tuan kecil? Mereka tertawa-tawa, melambai-lambaikan tangan padaku.

Hujan ini kutunggu. Untuk menggenapi rinduku padamu.
_________________

Miss you. Miss you so much....

6 comments:

bagus pras said...

tentang hujan...?
ah...aku malah nggak pengen hujan...rejeki bisa kabur...

ajenkajenk said...

wuaah..kok sama jogja hari ini juga mendadak hujan deras pula..

seneng deh..akhirnya dunia sedikit segar..hemm..jangan2 mb enno lagi di jogja ya ? hehehe..

Gildo said...

Kalau hujan ini yang kau tunggu, memang pasti senang setiap hari, karena ¿Kapan mau berenti hujan di Jakarta?
Salam kenal

Enno said...

@bagus: kok komentarnya sama kayak tukang ojek langgananku ya? hehe

@ajenk: hayo tebak aku dimana? :P

@gildo: hujan di jakarta sudah mulai jarang kok, pak. salam kenal ya pak! bahasa indonesianya lancar sekali :)

denny said...

waw...
udah lama gak termehek2 lagi yo..
:D

Enno said...

iya, bosan meraung2 :)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...