Sunday, February 12, 2012

[Old Story] Nokturno

"Kamu berubah sekarang," katanya. "Tapi tidak apa, aku terima meskipun aku sedih. Maafkan aku. Kalau kamu tidak mau kuhubungi, aku tidak akan menghubungimu lagi jika itu baik untukmu..."

Sedih sekali rasanya. Karena sebenarnya saya tidak bermaksud bersikap dingin kepadanya. Saya cuma tidak mau dia selalu mendayu-dayu seperti itu. Bukankah semuanya sudah selesai?

"Mas, mulai sekarang kita hanya teman ya. Benar-benar teman. Kamu nggak akan bisa membayangkan perasaan sedihku waktu menulis ini.Aku cuma kepingin hatiku tenang. Aku sudah tahu semuanya. Buat apa bicara soal perasaan kalau kamu sendiri nggak tau siapa yang sebenarnya kamu cintai. Meskipun sakit, untukku semuanya sudah final. Seperti yang terakhir kita putuskan di bandara. Aku sayang kamu sebagai teman. Berharap kamu mengerti."

Lalu air mata saya meleleh. Ya ampuuuun....!

"Aku terima semuanya," jawab dia. "Sekali lagi maafkan aku. Dan aku tetap berharap yang terbaik untuk kamu."

Kamu... kenapa selalu saja meminta maaf? Itu tidak akan menghapus kesedihan...

(Old post, 2008)


Kubiarkan cahaya bintang memilikimu
Kubiarkan angin yang pucat dan tak habis-habisnya
Gelisah, tiba-tiba menjelma isyarat, merebutmu …
Entah kapan kau bisa kutangkap.
-Sapardi Djoko Damono, Nokturno-


6 comments:

hanny said...

Be strong girl, and you'll be okay ;)

Mine and Me said...

aku suka banget kata Sapardi Djoko Damono yang ini... dalem banget...

jadi sekarang, maafx masih belum menghapus kesedihan mbak enno?

Hikmah said...

Aaaaarrggh, tulisan kak Enno bikin galau aja ni >,<

Suka sama karyanya Sapardi Djoko Damono juga ya kak??

Annesya said...

aku suka Sapardi Djoko... aku juga suka mbak enno... yang nyanyi itu tuh...
dudidudidam dam dudi dudidam... dudidudidam dam dudidudidam... *nyanyidenganmukadatar*

chacan said...

masih membekas :) kalo membicarakan masa lalu, kadang ada beberapa hal yg ingin diputar kembali, tapi ga mungkin. dan dari masa lalu juga banyak pelajaran yg diperoleh. baaagus! da saya juga suka Nokturno-nya..

Enno said...

@hanny: I am :)

@mine: skrg udah gak sedih lagi kok :) kan udah ikhlas :)

@hikmah: yah kok yg galau kamu... pak SDD itu penyair favoritku di urutan pertama penyair tanah air, klo penyair barat tetep opa neruda :D

@annesya: itu enno lerian, yg ini enno lari2an :))

@chacan: iya, utk diambil pelajarannya! ah pinter! hahaha

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...