Monday, October 14, 2013

Project Sol: Mengejar Ketinggalan

Hola!

Job rahasia saya sudah beres sejak akhir bulan September. Dan sebentar lagi bakal diumumkan alias tidak dirahasiakan lagi.
Job yang menyenangkan, membanggakan, dan merupakan sebuah kehormatan bagi saya karena bekerja sama dengan dua penulis favorit saya: Windry Ramadhina dan Orizuka. Yay! ^^

Tapi....
Saya harus mengaku, bahwa progress Project Sol tidak seoptimis awalnya. Bukan, bukan orang lain yang menyangsikan apa yang sedang saya kerjakan. Tetapi saya. Sayalah yang pesimis, apakah draft ini akan selesai pada waktunya, ya? *tutup muka*

Kemalasan ini bahkan nggak bisa di-boost sama lagu-lagu soundtrack yang sudah dikumpulkan untuk proyek ini. Mendengarkan lagu aja males kok. Saya sedang suka suasana sepi. Sedang suka melamun, lalu browsing hal-hal random dari si Mimin, ponsel saya.

Saya pikir, mungkin saya butuh sarang yang lebih nyaman untuk menulis. Dulu, waktu menulis Selamanya Cinta, meja kerja saya adalah meja rias. Jadi saya menulis di antara jajaran make up saya dan di depan cermin. Waktu menulis Barcelona Te Amo, saya menulis di meja kerja saya seperti layaknya orang normal. Hahaha...
Nah, sekarang karena merasa butuh tempat yang baru untuk membangkitkan mood, saya beli karpet Angry Birds untuk digelar di lantai kamar sampai aura kamar berubah mirip kelas playgroup. Mengangkuti bantal-bantal besar Ibu, menurunkan laptop, mengeluarkan sarung kesayangan sejak zaman kuliah, dan kemping dari pagi sampai pagi lagi di bawah situ.

Hasilnya? Saya yang sudah berbulan-bulan susah tidur, malah jadi tidur pulas melingkar di atas tiga bantal besar berselimut sarung, bukannya rajin nulis. Haduuuh! :))

Saya, demi memacu semangat 45, kemudian merancang perjalanan ke luar kota lagi setelah sekian lama. Seperti biasa, perjalanan saya tidak pernah tanpa muatan riset. Ini berkaitan dengan Project Dawn, yang sudah sangat ingin saya tulis.

Hotel sudah dipesan. Tiket sebentar lagi dipesan, setelah saya memastikan jam keberangkatan yang paling nyaman bagi saya.

Bulan Oktober masih tersisa dua minggu lagi. Saya harus mengejar ketinggalan saya, atau proyek ini akan terbengkalai sama sekali, dan saya tidak mau itu terjadi. Saya sudah terlalu lama bergaul dengan tokoh-tokoh saya, sampai berasa seolah-olah mereka nyata dan ada. I love them and want them to live happily ever after. 

Oke, sekian dulu laporannya. Sebelum capcus, mau berbagi satu quote, yang menggambarkan mood saya belakangan ini.

“And tears came before he could stop them, boiling hot then instantly freezing on his face, and what was the point in wiping them off? Or pretending? He let them fall.” 
 ― J.K. Rowling


Ah, bokong! Hihihi... *salah mood booster*
pict from here

Image and video hosting by TinyPic

7 comments:

Langit Senja said...

tetap semangat kak! waiting your next book! :)

empe said...

orizuka teman sma gw tuh mbok

Arman said...

hayo semangat!!! :D

Rusydi Hikmawan said...

penulis atau profesi apapun emang butuh penyemangat. semangat untuk konsisten menulis. ditunggu karya2 berikutnya

Enno said...

@langit senja: makasiih! :)

@empe: ha? masa? dunia sempit yak hahaha

@arman: duuh iyaaa! thx man! :D

@rusydi: benar sekali. makasih ya :)

Deby Setiyowati said...

hai, boleh minta emailnya untuk kerjasama?

Enno said...

Deby: ke bidadari_jatuh@yahoo.com ya :)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...