Monday, September 16, 2013

Project Sol: Dan Draft Lainnya

Ibu Editor memberi saya deadline baru.

Dia sih cuma ngomong santai, pokoknya akhir tahun bisa kita terbitkan ya. Tapi saya jadi mikir dan menghitung-hitung sendiri. Akhirnya sampai pada kesimpulan pribadi, proyek ini harus selesai dan diserahkan bulan Oktober. Saya tanya ke dia, apakah itu memungkinkan. Dia bilang bisa. Oke sip. Soalnya bulan September ini, pengerjaan draft saya harus diselang seling 'tugas rahasia' yang pernah saya sebutkan kemarin.

Tugas rahasia ini mengingatkan saya pada pekerjaan lama. Editor. Dan saya menemukan bahwa 'perfeksionisme' saya dalam memeriksa tulisan ternyata nggak berubah. Ah, senangnya! Saya memang nggak mau berubah untuk hal-hal yang seperti itu. Saya butuh  perfeksionisme itu lebih untuk diri sendiri. Meskipun nyatanya menerapkan pada diri sendiri lebih sulit karena subyektifitas, ya.

Jadi apa kabarnya saya?
Seandainya saja ada yang melihat senyum miris saya yang terkembang setiap hari. Saya kayak robot. Kurang tidur, nyaris nggak bisa makan. Keren kan saya!

Tapi seenggaknya, saya masih hidup dan bertahan dengan menyibukkan diri.

Ada dua draft lagi yang memanggil-manggil di otak saya saat ini. Project Dawn dan Project Kaptein/Poison.

Project Dawn bahkan sudah diberi tempat di list penerbitan untuk pertengahan 2014. Alhamdulillah. Insya Allah, doakan lancar.
Saya jadi kepengin Project Sol cepat selesai. Supaya bisa langsung menggarap Project Dawn.

Project Sol sejauh ini, sebagian tokohnya saya suruh bersenang-senang dulu, liburan di pantai, sebelum nanti akan saya pertemukan di 'medan perang.' Rencananya, saya akan menempatkan konflik lebih awal. Jadi akan terus memanas sampai akhirnya mereda di ending. Rencananya lho ya... nggak tahu deh kalau nanti ada perubahan.

Nah, karena saya lagi merasa 'menderita' hari ini, maka soundtrack of the day-nya adalah Misery, lagunya Soul Asylum.

Iya, saya suka lagu-lagu rock lama. Pure rock. Ketularan abangnya teman saya, yang suka saya oprek kamarnya. Dan Soul Asylum ini lirik-liriknya juga nggak selalu cinta. Kadang kritik sosial juga. Keren lah.

They say misery loves company 
We could start a company and make misery 
Frustrated Incorporated 
Well I know just what you need 
I might just have the thing 
I know what you'd pay to see 
Put me out of my misery 
I'd do it for you, would you do it for me 
We will always be busy making misery

Frustrated Inc. eh? Boleh juga...
Cocoklah buat kontroversi hati yang kontradiktif dan terkudeta.

Baeklah, kawankawan. Let's back to work! Biar cepat selesai, trus kalian baca! Permisiii....


from tumblr.com


Image and video hosting by TinyPic

8 comments:

Suci Mine said...

wah sibuk banget mbak.. tetap cemungud kaka... semoga project2nya bisa sukses... ta'tungguin ya ^_^

Selfish Jean said...

Koleksi dangdut kopro ga dibongkar lagi juga? *peace*

Arman said...

wah mantap nih project bukunya tambah banyak ya no... :)

ndk said...

Mbak Enno, canggih ih bisa mengatur pekerjaan dengan telaten, kenapa aku banyakan melamunnya ya? Ugh..bagaimana ini bisa eksis jd freelancer kalau malas malah mendapat tempat teragung..huhuhu..

Enno said...

@suci: aamiin, makasiiih :D

@momon: abis ini deh gw dengerin :))

@arman: hehe alhamdulillah man, kan emang pekerjaan gw nulis :P

@ndk: wah jgn kebanyakan ngelamun, tar kesambet lhooo :D

Annesya said...

kakak aku sudah gajian #pamer
aku sudah bisa beli barcelona te amo begitu nemu di toko buku hehe hehe... (biasanya cuma bs ngeces pas ngeliat bukunya di rak buku)

Hans Brownsound ツ said...

syukurlah enn, kamu punya sifat perfeksionis tipikal yang menyenangkan.
kalo tipe aku, nyiksa!

Enno said...

@Annesya: yay! makasiiih depong! *kecup basah*

@hans: hahaha.... ckckck sesadis apa? :))

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...