Monday, July 16, 2012

On Writing: Proyek Mendadak dan Tips Membuat Plot

Dan datanglah tawaran itu, di tengah-tengah konsentrasi saya menulis novel kedua. Proyek yang seolah-olah disodorkan kepada saya bulat-bulat. Dengan setting dan tema yang menarik, dengan beberapa tenggat waktu yang bisa dipilih.

Yang ada dalam pikiran saya pertama kali? No way. Gue lagi fokus banget. Ini sudah sampai di bab kedua dari empat bab yang disiapkan. Di tengah jalan.


Tetapi kalian tidak pernah tahu, betapa saya menyukai deadline. Dan itulah satu-satunya yang mendorong saya untuk serta merta menerima ajakan ini. Dalam waktu beberapa detik, saya memutuskan dan bilang 'oke.' Memilih tenggat waktu yang sekiranya tidak terlalu lama, juga tidak terlalu cepat. Alhasil, saya punya tiga bulan untuk menyelesaikan proyek novel ini.

Itu berarti, bulan Oktober (pertengahan), draft harus sudah diterima penerbit.
Terlalu cepat? Tidak juga :)
Saya terbiasa berkejar-kejaran dengan deadline saat masih menjadi jurnalis aktif. Terkadang, satu jam sebelum berangkat ke percetakan, saya masih diberi tugas menulis sebuah artikel baru. What a wonderful job! :D

Untuk proyek ini, editor saya memberi waktu tiga hari untuk menyerahkan outline (padahal saya minta seminggu) *sigh*
Jadilah tiga hari berturut-turut, saya benar-benar bertapa di depan si Scarlet, lappy tercinta. Dari pagi sampai malam. Untungnya, semua orang rumah dan orang pabrik menghormati privasi saya dan membiarkan saya melongo-mengetik-melongo-garukgaruk kepala-mengetik-melongo lagi. Memperhatikan semua adegan itu dari luar kaca jendela kamar saya tanpa komentar. Hehehe...

Wangsit yang saya terima tak tanggung-tanggung. Sembilan halaman outline lengkap, full spoiler adegan, yang siap digarap. Saya membuat versi garis besarnya untuk dibawa ke rapat penerbit, tapi tetap mengirim versi lengkapnya kepada mpok editor ;)

Setelah ini saya sudah bisa tidur nyenyak dan mulai mengumpulkan konsentrasi baru untuk proyek ini. Dengan sangat menyesal, novel yang sedang saya garap harus disisihkan dulu. Tak apa, toh plot, spoiler, dialog dan adegan penting sudah tercatat dalam kartu warna-warni yang saya tempelkan di papan gabus samping meja tulis :P
Oh iya, ada yang nanya tentang plot.
Plot adalah pola dasar yang membangun situasi dan kejadian-kejadian penting dalam sebuah novel. Kadang-kadang kan ya, kita punya banyak ide cerita tapi nggak tahu gimana caranya menjadikannya sebuah kisah yang bisa dibaca dan dinikmati. Kita punya banyak tema, tapi nggak punya plotnya.

Ini ada beberapa tips untuk teman-teman yang kesulitan menyusun plot ketika akan mengawali menulis novel. Cekidot! ;)

  1. Deskripsikan cerita yang ingin kamu tulis dalam sebuah kalimat. Kalau kamu nggak bisa mengatakan tentang apa novel yang akan kamu tulis, itu berarti ide cerita kamu belum matang dan nggak jelas.
  2. Putuskan apa yang paling diinginkan tokoh utama kamu dalam hidupnya. Rangkaian kisah akan tumbuh dari keinginan itu.
  3. Tulis keterangan karakter tokoh-tokoh kamu. Misalnya penampilan fisiknya, apa yang dia suka dan tidak suka, ketakutannya, trauma masa kecil, pekerjaan, dan lain-lain. Plot adalah perilaku. Seperti halnya orang-orang di dunia nyata, pengalaman tokoh utama kamu di masa lalu akan menentukan bagaimana ia berperilaku di masa depan. Apa yang dia takutkan bisa mempengaruhi tindakannya. Plot tumbuh dari karakter. 
  4. Buatlah waktu untuk setiap event dalam novel kamu, karena dari situ juga kamu bisa mengembangkan plot/cerita. Waktu bisa menjadi titik awal atau titik akhir novel kamu.
  5. Buat peta dimana semua aksi dalam novel kamu akan berlangsung. Jadi kamu bisa mengukur jarak dan tahu berapa lama waktu yang diperlukan untuk memindahkan tokoh-tokoh kamu dari satu tempat ke tempat lain. 
Tips di atas itu bisa menghindarkan kamu dari kebiasaan jelek penulis pemula yang suka memilah-milah bab yang penting dan bab yang nggak penting. Sebaaab... dalam sebuah novel seharusnya semua bab itu penting karena saling terkait satu sama lain membentuk kisah yang utuh. Plot, karakter, cerita, tema dan setting harus terikat satu sama lain.

Gitu aja tipsnya. Semoga yang pada nanya soal plot terpuaskan. Met nulis!


pict from here
Image and video hosting by TinyPic

7 comments:

Lita said...

Semakin sibuk menulis. Sementara aku semakin sibuk mencari waktu--yang kayanya susah banget ketemu untuk ngelanjutin cerbungku sendiri. Belum lagi liat si Glo yang bisa jalan2 ke Karimun Jawa... Aku iriiii... Iriiiiii

Aku mau nulis. Nyelesein novel! Mbakkkkkk... Help me...
Kalau kau suruh aku bikin plot, aku pasti tidur...

*nangis kejer*

Btw... selamet ya, mbak...
Hiks! #pelukJuna

hari Lazuardi said...

nulis ah..

*tuh udah nulis kan, walau dua kata..

ahihihihihi...

-Gek- said...

gambarnya lucuuu..
Mancak bana.. ilmunya Mbakkk..
Harus ada mind mapping juga ya... ck ck ck..ngukur skalanya gimana?
*kaborrrr.. :p

HERDIANA SURACHMAN said...

nice post :) and thanks for the writing tips-nya

Herdiana Surachman
DELUXSHONIST | TWITTER | BLOGLOVIN

Nana Ashalina said...

Wow.. thanks mbak Enno..
let's writing ! :)

Lita said...

Aku gak ngerti ini, Mbak:

Buatlah waktu untuk setiap event dalam novel kamu, karena dari situ juga kamu bisa mengembangkan plot/cerita. Waktu bisa menjadi titik awal atau titik akhir novel kamu.

Jelasin dong...Plisss

Enno said...

@lita: meluk2 juna mulu!! mingggiiiir! gantian dong! :)) itu ttg soal waktu, mskdnya mengembangkan cerita jg bs dr setting waktu. misalnya kmu membagi cerita kmu dr masa kecil, masa remaja trus masa tua. dr msg2 wkt kn bisa dikembangin ceritanya. kmu jg bs milih dr waktu mana crita kmu berawal atau berakhir, atau kamu bs bikin semacam kilas balik. okay? *berlalu sambil narik Juna*

@hari: *jitak*

@gek: pake skala richter sih biasanya :))

@herdiana: thx juga dah mampir ya :)

@nana: sama2, smoga bermanfaat :)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...