Friday, February 24, 2012

Selamanya Cinta: Behind The Pages

Reina adalah seorang gadis dengan penampilan sederhana. Tubuhnya tidak terlalu tinggi, berpipi chubby dan rambut sebahu yang diikat ekor kuda tinggi di atas kepala. Kulitnya putih, agak pucat. Gayanya agak tomboy dengan sepatu keds dan tas ransel, juga jam tangan plastik besar berwarna hijau metalik. Identik dengan sapu tangan handuk yang terselip di saku rok dan berguna di segala situasi. Cerdas tapi kompleks. Suka berteman tapi juga suka menyendiri. Terkadang naif dan tergila-gila pada prinsip. Membenci pelajaran olahraga dan tidak bisa berenang.

Abe juga berpenampilan sederhana, kecuali sepatunya. Sepatu basket keluaran terbaru yang bahkan belum beredar di Indonesia. Atlet basket sekolah, jangkung dan badung setengah mati. 
Cuek tapi sensitif. Suka merokok di belakang sekolah. Langganan dipanggil guru BP dan kepala sekolah, tetapi sangat cerdas dan sehingga selalu dimaafkan. 

-dirangkum dari outline novel Selamanya Cinta-


.............


Tidak terlalu sulit mereka-reka penampilan dua karakter utama dalam novel saya. Saya punya banyak model untuk Reina, termasuk diri saya sendiri (hehehe), dan khusus untuk tokoh Abe, saya membayangkan Yoo Ah-in, aktor Korea yang selama ini jadi ikon dalam serial Kisah Abe versi blog.

Kesulitan pertama adalah menyusun ulang postingan-postingan Kisah Abe yang sudah dipublish di blog ke dalam kerangka cerita novel. Seperti main puzzle, tapi ini bukan potongan gambar, melainkan potongan cerita. Tidak sekedar menempatkan potongan-potongan kisah itu di tempat yang benar, karena harus pakai logika sambil membangun alur cerita.

Kesulitan selanjutnya, dan ternyata yang terbesar adalah di awal melangkah, ketika harus menulis paragraf pertama. Seminggu pertama saya lebih sering bengong menatap monitor lappy, dan akhirnya malah memilih main game online. Padahal saya sudah kadung janji pada editor, novel ini akan selesai dalam waktu sebulan. Tetapi begitu menginjak bagian kedua, perjalanan saya menulis tidak lagi tersendat-sendat seperti sebelumnya.

Membangun mood juga sulit sekali. Apalagi waktu mulai menulis novel ini saya baru saja patah hati. Hehehe.

Akhirnya, novel ini memang baru selesai setelah lebih dari sebulan. Dalam jurnal privat itu tercatat 80 hari. Hampir tiga bulan! Tapi memang sebatas itulah kemampuan saya.


-bersambung-


Image and video hosting by TinyPic

11 comments:

Arman said...

seru! lanjutkan! :D

Fenty Fahminnansih said...

3 bulan itu luar biasa jeng ennooo ... xD

aku sudah bertahun2 nggak selesai2 tuh buku, aaah, pokoknya aku harus beli bukunyaa :D

chici said...

Huuuua nggak sabar untuk baca bukunya....
*penggemar Abe

Gloria Putri said...

wkwkwkwkkkk....semoga Abe membaca novelnya mba enno...tp reina aneh ya....tomboy koq ga suka pelajaaran olaahrgaa..wkwkwk....

Mine and Me said...

wah... meski lewat dari tenggat satu bulan, tapi mbak enno hebat... bisa menyelesaikan novel ini meski patah hati ^_^
salut...

nb : jadi bisa gratis nih novelnya... hahahaha... :P

Enno said...

@arman: aye! siap komandan! :D

@fenty: memang butuh tekad fen... dan juga deadline! haha

@chici: sabar ya.. msh di percetakan *aku pun tak sabar* :P

@glo: bukan ga suka olahraga, tp ga suka pelajaran olahraga. contohnya aku... olahraga itu hrs dibikin fun, bkn kayak kamp latihan tentara haha... di sekolah2 kebykn kan pelajaran olahraga itu terasa menyiksa, bknnya bikin fun, iya kan bu guru? :D

@mine: mgkn krn patah hati jd termotivasi ya? hehe...

Gloria Putri said...

ahhh...ngga ahhh.....drdl pelajaran olahraga paling asik koq :p wekkkk.....hahhaaa...aq ngajar olahraga jg looo...ta jewer neg ga suka pelajaranku...haaahahaaa

Kancil Kampus said...

langkah pertama memang berat, tapi nyatanya bisa dilalui.. :-) Mantep ! Hebat !

De Rawit said...

Memang sulit nggak mudah bikin novel itu ya, mbak. Apalagi klo udh terkena penyakit "blockwriter". Hadeeeh...ide2 jd berserakan gak jelas. Tulisan jd gak ada yg enak dibaca. Aku juga lagi bikin Novel. Udah setahun mengendap dalam kompi. Belum sempat terjamah lagi. Tapi jd pengen lanjutin lagi setelah lihat mbak Enno berhasil nerbitin novel. Doain aku segera menyusul ya, mbak. Hehe...

Lenny said...

bikin novel itu memang keliatannya gampang tapi klo ga ada ide memang susah ya :) ayoo tetap semangat :)

Enno said...

@glo: naah guru macam dikau itu yg bikin males sama pelajaran OR... njewer sapenak'e dhewe! huh! :P

@kancil: makasiih :)

@wiwit: aamiin.. aku doain deh :D

@lenny: harus bertapa dlu mungkin ya :)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...