Thursday, July 22, 2010

Muak

Sepertinya mustahil ya menyuruh kamu membiarkan saya sendiri. Pergi jauh-jauh, begitu? Tidak? Tidak bisa? Kenapa sih kamu hobi sekali menempel pada saya? Memangnya saya ini artis? Selebriti? Nabi? Guide? Atau apa?

Kan saya sudah bilang, saya tidak suka dibuntuti. Biarkan saya menjelajahi semua tempat sendirian. Tidak. Pokoknya saya tidak mau ada kamu di mana saya berada. Saya tidak suka setiap lirikan mata saya, meski hanya sekilas saja, menampakkan dirimu yang sedang mengamati saya. Lagipula memangnya kamu tidak punya pekerjaan lain selain mengendusi jejak saya? Seperti anjing pelacak saja!

Dan coba lihat itu! Kamu menjejak tepat di jalan setapak saya. Kamu tidak mencari jalan setapak sendiri. Kan bisa mengayunkan cangkul, arit, golok, pisau dapur, atau pakai tanganmu sendiri menebas semak-semak yang menghalangi jalan.

Buatlah jalan setapakmu sendiri. Jalan yang ini sudah saya klaim. Milik pribadi. Mungkin harus saya pagari dan saya tempeli papan bertulisan 'Jalan Pribadi.'
Dan jangan dirikan pondokmu dekat pondok saya, hanya supaya kamu bisa mengintip saya dan ikut melakukan apa yang saya lakukan.

Sungguh menyebalkan sekali. Tak pernah tak ada dirimu dimana-mana. Di sekitar saya, di sekeliling saya. Sebelum saya menghela napas pun, baumu sudah tercium tajam. Bahkan sebelum saya memutuskan berjalan pun, indera keenam saya sudah meramalkan kamu akan mengekor. Dan betul kan? Ramalan saya terbukti. Selalu terbukti.

Lama-lama keberadaanmu mengganggu hidup saya. Menjadikannya tidak tenang, tidak nyaman dan tidak bahagia. Membuat saya kesal, jengkel dan sebal.

Menyingkir dong dari belakang saya.
Berbelok sana.
Ke kiri kek, ke kanan kek.
Putar arah kalau bisa. Maafkan saya, tapi saya sudah muak.



foto dari sini

Grmbl grmbl

Image and video hosting by TinyPic

11 comments:

denny said...

sabar napa mok..

:)

Apisindica said...

kenapa sih mbak?!!! yang sabar atuuuh...

Bintang said...

bakar aja mbak pondoknya, sampe angus sak orang2ne juga... hehehehe *sadis*

Ina said...

paparazzi yaa...

Ina said...

paparazzi yaa...

Arman said...

resiko jadi orang terkenal ya gitu no.. banyak yang ngikutin.. hahaha

Enno said...

@denny: sabar bikin laper :p

@apis: hehehe macannya bangun neh

@bintang: waduh! usulnya keren tp terlalu sadis :P

@ina: mending klo paparazzi, bs terpampang fotoku di majalah... ini sih bukan hahaha

@arman: jiah terkenal apaan, kayaknya gue malah ga bakat jd seleb man, abis ga suka diekorin heehe

-Gek- said...

betul.. sabar itu subur.. :)
Jadi tetaplah sabar, meskipun saya juga merasakan hal yang sama... (T.T)

[A]zhar said...

ga boleh ya?...

suka2 dong mao ikutin apa enggak :d

Enno said...

@gek: subur? aduh, jgn2 maksudnya gendut ya gek? hihihi

@azhar: oooh ipul mau ikut aku? ongkosnya bayar sendiri ya? :P

kesehaRian Ra-Kun said...

semoga dia cepat belok :)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...