Thursday, March 18, 2010

Selling the Drama, Playing Victim


: seorang teman


some people do act : playing victim.. *sigh
-Ucup, statusnya di fesbuk-

.............

Aku menulis ini untukmu, karena sampai detik ini kamu masih saja bertingkah seperti orang yang teraniaya. Aku bosan. Dan adikku menulis status itu di fesbuknya sebab kamu merengek-rengek padanya, bahkan tentang aku.

Aku tahu kamu cemburu padaku, meski kamu tidak sudi mengaku. Kamu tidak suka aku berteman dengan temanmu. Sayangnya kamu tidak mengatakannya terus terang padaku, tapi malah bercerita pada orang lain. Mempersoalkan aku yang lebih akrab dengan temanmu itu dibandingkan dengan dirimu, karena aku yang lebih suka curhat padanya dibandingkan pada dirimu. Kamu bertingkah seolah-olah aku wajib curhat padamu.

Ya
, kamu cemburu. Karena kamu mencintai temanmu itu dan ingin dia hanya untukmu.

Memangnya kamu belum mengerti juga ya? Sudah pernah kubilang kan dengan lugas dan jelas: dia. tidak. mencintaimu.
Aku membantumu mengetahui perasaannya, dan ia mengatakannya padaku. Aku menyampaikannya padamu agar kamu tidak membuang waktu dan menunggu. Aku peduli padamu, aku tidak ingin kamu melewatkan kesempatanmu untuk bahagia dengan seseorang yang lebih layak untukmu.

Tapi kamu malah menuduhku suka padanya dan menikammu dari belakang. Kasak kusuk nggak jelas, bahkan pada adikku sendiri.

Menikam apa? Memangnya aku harus minta izinmu untuk berteman dengan orang lain, termasuk dengan temanmu sendiri? Memangnya aku harus minta izinmu jika kami ingin mengobrol satu sama lain? Memangnya kamu akan mengizinkan kami dengan setulus hatimu? Aku tidak yakin tuh.

Kamu pernah berkata padaku, "Enno, kamu pacaran sama dia juga nggak apa-apa. Kawin sama dia juga nggak apa-apa."
Kata-katamu itu malah lebih mempertegas kesewotanmu, tahu.

Tahu tidak, teman perempuan sepertimu ini yang membuatku lebih suka berteman dengan laki-laki. Aku malas dengan segala intrik, persaingan, iri hati, kecemburuan, kasak-kusuk nggak penting. Fyuh! Sungguh tidak bermutu.

Adikku benar waktu dia menegurmu ketika kamu merengek-rengek soal ini padanya. Adikku bilang padamu, kamu terlalu berlebihan meributkan pertemananku dengan temanmu. Harusnya kamu tahu, aku memang lebih cocok berteman dengan lelaki. Karena aku bukan jenis perempuan yang suka tetek bengek politik perempuan macam ini.

Itu sebabnya aku lebih mudah akrab dengan temanmu itu. Karena dia laki-laki. Tapi lebih dari itu karena dia tidak seruwet kamu. Dan mengingat apa yang sudah kamu lakukan padanya selama ini, jangan salahkan aku jika aku simpati dan menjadi pendukungnya nomor satu.

Ia jadi menjauhimu, itu bukan karena aku. Itu karena apa yang sudah kamu lakukan padanya selamanya ini. Aku terkejut kamu bisa sejahat itu. Menjegal setiap hubungan yang akan dijalinnya dengan perempuan yang disukainya. Mencintai seseorang itu boleh saja, dear. Tapi bermainlah yang jujur. Bersainglah yang sehat. Dan jangan berdalih kamu lebih tahu siapa yang cocok atau tidak cocok dengannya. Jangan beralasan kamu sudah kenal dia luar dalam. Memangnya kamu ibunya? Atau Tuhan?

Menurutmu perempuan seperti apa sih yang cocok untuknya? Yang seperti kamu?

Anyway... aku jadi ingin bertanya: siapa yang sebenarnya teraniaya? Siapa yang sebenarnya suka menikam dari belakang?

Sejujurnya aku mulai terganggu dengan kasak kusukmu pada teman-temanmu. Terganggu dengan stigma yang kau tempelkan padaku. Aku menikam dari belakang katamu. Aku suka padanya katamu. Dan kamu mengatakannya semua itu di belakangku, sementara di depanku kamu bersikap baik-baik saja.

Munafik. Dan pengecut.

Memangnya aku dan dia pacaran? Memangnya kami saling jatuh cinta? Memangnya kamu Tuhan yang bisa setahu itu perasaan orang lain?

Kamu buta dan tuli ya? Kamu selalu membaca tulisanku dari waktu ke waktu. Kamu suka mengobrol denganku. Apakah kamu terlalu bebal sehingga tidak paham juga bahwa aku mencintai seseorang yang lain. Sejak dulu. Dan akan selalu begitu.
Apakah harus pula kusebutkan namanya agar kamu sembuh dari amnesia?

Kenzo. Aku mencintai Kenzo. Bukan yang lain.

Dear, jadilah diri sendiri. Berhentilah bermain drama dan berperan sebagai korban. Hargailah orang lain dan jangan hanya memikirkan diri sendiri. Aku tahu sebenarnya dalam hatimu kamu tahu yang kukatakan ini benar.

Kamu merasa teman-temanmu menjauhimu, padahal kamulah yang menjauhi mereka. Dengan sikapmu itu, yang selalu penuh kritik kalau mereka sedang bahagia. Kamu langsung membangun dinding yang tinggi, mengasihani diri sendiri dan meminta belas kasihan orang lain.

Dear, kamu tidak punya pacar, tapi bukan berarti kamu tidak bisa bahagia. Kamu belum menikah, bukan berarti kamu tidak bisa menikmati hidup. Dan kamu tidak bisa berharap kami selalu sama denganmu. Kami punya kehidupan sendiri, yang boleh-boleh saja tidak melibatkanmu.

Berhentilah membuatku jengkel. Berhenti membuat KAMI jengkel. Tak ada seorangpun yang mengasihanimu, karena disini kamulah antagonisnya.
Berhenti kasak kusuk dan melabeliku seenaknya. Sebab kamu sendiri tahu yang kamu katakan itu tidak benar.

Jangan berharap aku akan menghentikan persahabatanku dengan temanmu. Kamu tak punya hak untuk merasa keberatan.

Oh satu lagi. Berhentilah mengganggu adikku dengan rengekan-rengekanmu, seolah ia akan peduli. Jangan mengiriminya SMS tidak penting di jam kerja atau mencoba meneleponnya pagi-pagi saat dia masih tidur. Dia harus berkonsentrasi dengan pekerjaan barunya.

Kamu tahu kan apa yang bisa dilakukan seorang kakak yang protektif jika adiknya terganggu? Aku. Bisa. Marah.

Dear, apa yang terjadi padamu baru-baru ini ketika seseorang mengganggu propertimu, seharusnya menjadi bahan introspeksimu, bukannya terus merengek dan meminta simpati orang lain.
Meski aku beranggapan apa yang menimpamu itu keterlaluan, tapi aku juga tak bisa menyalahkan jika di luar sana ada seseorang yang tak tahan lagi dengan sikapmu yang egois itu dan memberimu pelajaran.



Peace,

Image and video hosting by TinyPic

17 comments:

Apisindica said...

hihihi. Drama bener yah tuh orang??!!

sabar mbak enno! diemin aja orang kayak begitu. lam-lama juga diem dan (mudah-mudahan) ngilang. :)

Exalandra said...

Drama queen, oh drama queen. Why is everyone dying to be one?

Sabar ya No. Trust me, I know some people with this attitude. You are not alone :)))

Ila Schaffer said...

drama queen. sabar yah no..
hajar aja.. lohh.. :D

Desfirawita said...

puihhh..panjang bener mbak?
tapi memang, drama queen kayak gitu emang perlu, dinasehati panjang lebar, but sabar y mbak...

readhermind-dy said...

sabar mbak...
:p

Freya said...

hahahaha gapapa lah ketemu orang kek gituh. Lumayan nih buat penonton kek aye bisa nonton sinetron live gratis tis tis tanpa iklan hohoohoho.

DeWi PemiMpi said...

nongol jg yg ditunggu...
kayak baca cerpen...apik.

DeWi PemiMpi said...

menyedihkan sekali orang itu yo mbk????
shbt cewek jg asyik koq mbak, tdk berpolitik yg aneh2 jika mmg tulus bersahabat. tp kl sdh maen tikam dr belakang GrrrrrrGrrrrr ga bgt dech buang kelaut aj.... PEACE

Desfirawita said...

Aku baca di fb mbak, katanya lagi ultah ya, krna fb ku udah di ttp akunnya, makanya aku ngucapin happy b'day nya di sini aja.
happy b'day yaa...panjang umur, cepet dpt jodoh n punya banyak anak. hihi...pokok e wish u all the best aja deh.. :D

Brokoli sehat said...

ennooo ennooo, drama queen kok dilayanin. Ya sama dramanya dong dirimyuuu

empe said...

si mbokku yang satu ini emang tokcer urusan perang :D

kapan mbok mau semprot orang lagi?

kabar2in gw yak, gw ntar bikin lapak.

pisss... salam merdeka unyil kucing dari salah satu adikmu :D

maya sitorus said...

aku datang,,,,,
waakakakkakakak,,,

baru bisa baca blog fav ku lagihhh nihh,,,

pkbr mba e???

Enno said...

@apis: iya aku yg ngilang dr dia sebetulnya :)

@exalandra: oh ini sudah sangat sabar lho hehe :)

@ila: haha jgn anarkis gitu dong la :P

@wiwit: panjang omelannya ya wit? hehe...

@dy: it's ok :)

@freya: waduh, yg gratisan emang asik sih ya hahaha

@dewi: di flush aja ke toilet gimana? :P

@wiwit lagi: makasih doanya wit, amin... :)

@brokoli popi: ah ga gue layanin kok.. nulis disini cm mencurahkan isi hati... orgnya mah gue cuekin... plg dia yg rugi ga bertemen lg sm gue yg keren ini *halah* hahaha

@empe: bikin lapak? emang mau jualan koran? :D

@maya: kabar baik :)

@

Anonymous said...

P-Chan said:
Hwiiihhh.... tanpa berniat untuk lancang, daku tau sapa orgnya Mbakyuu... memang kita harus sabar menghadapi org spt itu, bahkan super duper sabar, kita doakeun saja biar dia segera dapat hidayah dari Allah, dan dikembalikeun pada jalan yg lurus, AAAAMMMMIIIINNNNN.... Smangat yaaaaaa ;-)

Enno said...

@P-chan: amiiiin... :)

Pohonku Sepi Sendiri said...

*sigh*
ternyata masih ada juga org yg memanfaatkan belas kasihan hanya utk menjelek2kan temannya ya mbak..
iri dengki memang benar2 merusak akhlak manusia.. sabar ya mbak enno.. :)

Gogo Caroselle said...

hear hear mbaeee,
agree...
;)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...