Friday, March 12, 2010

Jangan Ganggu Banci


: Ari, yang pernah dikejar banci di Taman Lawang

Ingatkah kamu saat berlari sekuat tenaga sepanjang jalan Taman Lawang, dengan seorang banci yang mengacung-acungkan pisau mengejar dibelakangmu?

Kamu dan temanmu lari. Terus berlari, tanpa sempat keheranan betapa hebatnya si banci bisa berlari sekencang itu dengan rok mini dan sepatu high heels-nya.

"Ayo cepaaaat!" Teriakmu pada temanmu. Kalian memaksa kaki-kaki yang kelelahan itu berpacu melawan kecepatan kaki-kaki si banci berok mini.
"Di mana yang lain?" Tanya temanmu dengan napas nyaris habis.
"Nggak tauuu... Pokoknya kita lari saja jangan sampai tertangkap!"

Seharusnya kalian bertujuh. Berangkat dari rumah kost kalian, sengaja ke Taman Lawang sekedar iseng. Kalian anak-anak perantauan di Jakarta sering mendengar tentang Taman Lawang dan para waria yang suka berkumpul di sana.

Berangkatlah kalian naik taksi, dan dengan bodohnya menyusuri sepanjang jalan penuh banci dengan berjalan kaki. Lebih bodoh lagi, salah satu dari kalian iseng meledek seorang waria sampai marah-marah dan mengejar kalian dengan sebilah pisau di tangan. Kalian lari serabutan. Berpencaran ke segala arah.

Kini kamu dan temanmu sedang balap lari dengan si banci yang marah itu.

Napasmu nyaris putus. Terakhir kali kamu beradu kecepatan lari waktu pelajaran olahraga di SMA. Lagipula kamu kan tidak terlatih untuk lari dikejar banci. Paling-paling kamu itu biasa lari mengejar layangan putus, lari dikejar anjing galak atau lari ke gerbang sekolah yang mau ditutup karena bel masuk sudah berbunyi. Hahaha...

Waduh! Mimpi apa sih kamu jadi dikejar-kejar banci di Taman Lawang?

Lalu sebuah taksi lewat. Kamu menyetopnya, merentangkan tangan lebar-lebar, persis adegan sinetron.
"Stooop! Berhentiiii!"
Taksi berhenti dan kalian langsung melompat masuk.
"Cepat jalan Pak! Cepat!" Kamu menggubrak-gubrak sopir taksi yang menoleh ke belakang dengan wajah melongo.
"Ada apa Mas?"
"Jalan dulu Pak. Nanti saya ceritakan di jalan!"
Sopir taksi menurut dan menjalankan mobilnya.
"Kami... kami dikejar banci, Pak. Di Taman Lawang tadi."
Sopir taksi itu bukannya kasihan malah terbahak-bahak bahagia mendengar kesialanmu. Ck ck ck.

Kalian bertujuh berkumpul lagi di rumah kost. Bermunculan satu persatu dengan wajah kusut.
"Ada apa?" Tanya ibu kost keheranan.
"Dikejar banci, bu."
Ibu kost terbahak-bahak juga.

Sama seperti aku malam kemarin, terbahak-bahak mendengar kamu menceritakannya dengan nada tidak berdosa.

Fyuh! Makanyaaa... jangan ganggu banci!
________________

Sudah kuceritakan aibmu ya, Ri...
Hihihi...


Image and video hosting by TinyPic

14 comments:

Apisindica said...

Yup, kebodohan paling besarnya adalah jalan-jalan ke taman lawang JALAN KAKI. sama aja dengan menyodorkan diri minta digangguin banci-banci preman.


hahahahahah (ikut terbahak-bahak juga!)

Shin-kun a.k.a Arie said...

Astaghfirullaaaahhhhh.... cuma ada 2 kata kusematkan padamu No, "DASAR TENGIIIIIIIIILLLLL!!!!!!", aibku bener2 di blow up!!!. Hoi, ada yang harus aku klarifikasi neh, aku memang terengah2 berlari, tapi kuat tau, aku aktif main bola sama temen2 tiap Sabtu di Velodrome Rawamangun!, hahaha...

Yah, maklumlah Non, secara getoh, kita orang kampuang, ehehehe*tawa malu*... mana kita tau banci Taman Lawang ternyata sangar2 begitu??... *sigh*

Tapi lucu kok, dan aku salut sama cara kamu menceritakan... lebayyyyy =)), dan lucuuuu, tapi kayaknya masih lebih lucu caraku cerita ma kamu deh... kamunya ampe cekakakan di telpon gak jelas gituh... hahaha...

Desfirawita said...

jangan ganggu banci...jangan ganggu banci...hihi...kayak judul lagu yang mbak
:D

mading-kun said...

hahai, dikira banci itu klemar-klemer semua apa?
mereka perkasa lho... :D

Enno said...

@apis: emang mereka bodoh ya.. hahaha

@ari: hahaha... yo ben, bagus diblow up biar ngetop :P ya memang lbh lucu dicritain lisan sih ya...tp masa kurekam trus kupasang disini? :D

@wiwit: iya, pdhl sm project pop jg dah dikasih warning! :))

@mading: ho oh betulll!!!

Arman said...

hahaha jadi inget jaman sma dan kuliah dulu. kalo abis pergi dinner ama temen2 pasti pulangnya mampir taman lawang dulu muter2 ngeliatin banci.

kadang bahkan yang semangat dan minta ke taman lawang tuh temen2 yang cewek lho bukan yang cowok. hahahaha.

Fachry Janwar said...

hai eno.. sekarang ganti dan ubah template di blogger makin mudah selengkapnya: http://labelfanoy.blogspot.com/2010/03/blogger-memperkenalkan-template.html

ocheholic said...

banci kan lebih kuat dari cowok, heheheh

readhermind-dy said...

aku selaku takut banci.. ga pernah deh kepikir gangguin.. dia diem aja aku takut..
:(

DeWi PemiMpi said...

ini kisahnya ari to???
hahahaha emng patut ditertawakan...

PS to ari ....
kapokmu kapan kang!!!
bukankah kau sudah berpegalaman menjinakkan banci BI Jogja???hahahha kidding

Pohonku Sepi Sendiri said...

hahaha.. iseng banget seh..
nggak bisa ngebayangin kalo ketangkep bisa diapain aja tuh ya..

Gogo Caroselle said...

astagaaa bandelnyaaaa
banci digangguin siiiiihhh!

Sari said...

Bicara soal banci, aku jadi inget pernah nonton kontes banci di benteng Vredeburg... Aku bersama temen2 kostku duduk lesehan di barisan paling depan, jadi seksi tepuk tangan paling keras tiap kali ada banci selesai ngasih atraksi hahaha

Aku masih ingat nama 1 banci yang paling berkesan, namanya Paloma, badannya mungil, wajahnya manis mirip DP dalam versi rambut pendek hwahahaha

Annesya said...

wakakaka... eh dasar banciieeekkkk...

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...