Monday, March 23, 2009

A Man. A Hero

Begini caranya mendapat pertolongan gratis dan penuh simpati dari seorang pria.

Ketika komputermu mendadak error dan tidak bisa berfungsi dan kamu malas menunggu teknisi lamban yang suka datang terlambat, hampiri saja tamu bossmu yang kamu ketahui menguasai IT dan segala tetek bengek soal komputer.

"Selamat siang, Mas. Sudah lama tidak kelihatan."
"Wah, Mbak Enno. Iya nih, saya sering ke luar kota. Sibuk, Mbak?"
"Sebenarnya sih iya. Tapi komputer saya malah rusak tuh. Nggak bisa booting."
"Oh, sudah panggil teknisi?"
Pasang tampang memelas. "Teknisinya belum datang sejak sejam yang lalu. Padahal ada naskah yang mesti selesai editing hari ini."
"Wah, kasihan."
Tersenyum tabah. "Sudahlah nggak apa-apa, saya tunggu saja deh. Ngomong-ngomong kemarin saya lihat Anda di majalah IT. Wah wawancaranya bagus lho."
"Ah, itu kan karena bidang saya memang IT."
"Tetap saja salut. Saya kan nggak tahu apa-apa soal IT dan komputer. Kalau tahu, pasti sudah saya betulkan sendiri komputer itu."
"Hmm... Boleh saya lihat komputernya, Mbak? Siapa tahu rusaknya nggak parah-parah amat."
"Wah, nanti nggak enak saya sama Pemred."
"Ah, boss-nya kan masih menerima tamu lain."
Tertawa lebar dan mengacungkan salam metal, tapi hanya dalam hati.
"Hmm, boleh deh. Thanks before lho, Mas."

Ternyata CPU-nya harus dibongkar.
"Nggak parah kok Mbak Enno. Dibongkar sebentar ya."
"Wah, ngerepotin nggak Mas?"
"Ah, enggak."

Lalu mulailah proses perbaikan.
"Hmm, ada obeng nggak?"
"Sebentar. Kayaknya ada."
Panggilah office boy kantor untuk stand by dan menyiapkan segala peralatan yang dibutuhkan.
"Ada peniti?"
"Ada kain flanel buat lap?"
"Obeng yang lebih kecil ada?"

Lalu, ketika sebuah elemen kecil loncat dari tangan dan menggelinding ke lantai, entah terselip dimana, segera tawarkan bantuan untuk mencari.
"Tadi jatuhnya kemana, Mas? Saya bantu cari ya."
"Sudah, sudah. Jangan. Biar saja saya yang mencari."
Ia akan merangkak-rangkak di kolong meja, mencari elemen yang maha kecil itu. Yang entah menyembunyikan diri di mana.

Tidak boleh tertawa. Camkan itu. Jangan membuat hati penolongmu tersinggung. Tutup rapat-rapat mulutmu dengan tangan. Jangan tergoda menertawai bokongnya yang menungging ke sana kemari.

Ketika elemen itu tidak bisa ditemukan, tampilkan wajah penuh simpati atas jerih payahnya tadi.
"Wah, maaf ya Mas. Jadi ngerepotin. Lalu bagaimana kalau elemennya tidak ketemu?"
Dia akan menjawab dengan nada meyakinkan. "Oh, tidak apa-apa. Tidak berpengaruh kok. Itu hanya elemen tidak penting."

Setengah jam kemudian, komputermu sudah bisa dinyalakan. Berilah ia senyum manis, pujian dan ucapan terima kasih.
"Wah memang jago. Langsung bagus lagi komputer saya. Terima kasih banyak lho, Mas. Maaf ya direpotin. Jangan kapok ya."
"Hahaha... enggak apa-apa. Siapa juga yang kapok. Nah, sekarang sudah bisa kerja lagi, Mbak."
"Iya nih. Duh, jadi nggak enak. Makasih lho, Mas."
"Sudahlah. Sama teman kan harus saling menolong."

Satu jam kemudian, ada kemungkinan kamu akan dipanggil boss.
"Kamu tadi ngerjain Pak Heru, ya?"
"Enggak."
"Lho, katanya benerin komputer kamu yang rusak."
"Yeee... dia yang menawarkan diri. Nggak ada yang menyuruh. Aku kan nggak berani nyuruh tamu Boss."
"Sudah beres sekarang?"
"Sudah dong."
Bolehlah nyengir lebar kalau boss tampak tidak marah.
"Dasar kamu!" Boss kamu paling cuma tertawa.

Manipulatif? Tidak juga. Salah pria dong, kenapa selalu ingin menjadi pahlawan. Hehe.
__________________

Berdasarkan pengalaman, jangan menulis hal-hal serius kalau sedang PMS.
Cheers, darling! ;)


Image and video hosting by TinyPic

6 comments:

kita said...

hemm..harus berhati2 berada di dekat mahluk bernama mbak enno ini...

hahahahahahaha....

denny said...

yoa, aku setuju kali sama kita, eh kamu, eh nama kamu kita,halah,.... pokoknya sama yg pertama itu lah.. hehe... muhun mangap mas ya... :D

Enno said...

guys, akui sajalah kalo kalian memang suka sok pahlawan! huehehehe :P

Elsa said...

waaa....tepuk tangan buat Enno...
triknya keren banget.
jadi cewek emang harus gitu...
dan jadi cowok juga harus gitu...

hehehe bingung ya..
pokoknya salut deh!

Enno said...

elsa, sudah kuduga.. kalo kaum cewek pasti setuju

cuma cowok2 yang jadi bete hihihi

ezra said...

yep, boys just love that feeling. perasaan "dimanfaatkan". jd siapa bilang kami para cowok ini ga tau kalo udah dimanfaatkan? kami tau, cuma kami suka perasaan itu aja :)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...