Sunday, July 27, 2014

[Project Dawn] Setelah Melarikan Diri

Ia menaikkan sebelah alisnya. “Lelaki bodoh yang akan menonjok siapa saja yang berani menyentuh gadis yang disukainya.”
“Itu tidak seromantis yang kamu pikirkan, tahu.”
Ia menatap perempuan itu dan menyahut sinis. “Siapa yang berpikir itu romantis? Aku berpikir dia gila.”

......................


Sehari menjelang Lebaran.

Mau ngaku, bahwa draft novel ini adalah draft yang paling suliiiit saya tulis dibandingkan dua novel sebelumnya (Selamanya Cinta dan Barcelona Te Amo). Duh. Saya ditimpa banyak sekali hambatan psikologis, terutama karena di awal saya menulis, saya tidak dalam kondisi perasaan yang baik.

Di awal-awal itu, saya menulis dengan tertatih-tatih kayak bayi yang baru bisa berjalan. Kadang-kadang seharian saya cuma duduk bengong menatap layar laptop, tanpa menulis apa-apa. Kadang-kadang, saya telungkup dan menangis sesenggukan di atas meja, di samping laptop yang menyala tapi terabaikan.

Akhirnya, saya mikir. Saya mesti memperbaiki suasana hati dulu supaya bisa meneruskan menulis.
Di badan saya, sedang bercokol mahluk menyedihkan yang nggak mau diajak kerja sama. Enno yang dulu sedang kabur entah kemana.
Jadi, saya keluarkan lagi ransel dari lemari, menjejalkan beberapa lembar baju ganti ke dalamnya, dan memanggulnya ke dunia luar. Pergi menyesatkan diri.

Mengunjungi candi-candi terlupakan, pergi ke hotel kuno yang terkenal paling berhantu, roadtrip bolak-balik melalui jalan pegunungan yang bikin mabuk darat dan muntah-muntah hanya untuk berburu sunrise dan sunset, pergi snorkeling ke ujung pulau (padahal nggak bisa berenang), naik gunung untuk berburu sunrise lagi (padahal sudah lamaaa nggak naik gunung)...

Pokoknya, saya bepergian ke mana-mana selama beberapa bulan,sampai saya merasa sudah siap kembali ke laptop!

So, this is me. Sudah menulis lagi sejak meninggalkan jalanan dan menyimpan lagi ransel di lemari. Sudah ada beberapa tujuan lagi sampai akhir tahun, tapi draft ini harus selesai dulu.

By the way, apa kabarnya draft?
Oh, tokoh utama saya sedang berada di sebuah kota dan mulai menemukan beberapa titik terang dari sesuatu yang menjadi tujuannya. Kisah ini akan terus bergulir. Insya Allah, plotnya sudah fix dan endingnya tidak akan berubah.

So, ini hari terakhir di bulan ramadhan tahun ini. Semoga puasa sebulan ini berkah dan mendapat pahala yang diridhoi Allah, ya. Selamat bermalam takbiran.
Eid mubarak, mohon maaf lahir dan batin.


Ciao bella (from Sappeda Mountain)!
*muter-muter trus nggeletak tengah jalan*



“I believe one has to escape oneself to discover oneself.” 
 ― Rabih Alameddine


pict from here


Image and video hosting by TinyPic

5 comments:

bay said...

wow, lagi menulis novel, lanjut gan...

Annesya said...

kak... ayo dilekaskan...

zahara pamungkas said...

gimana kabar novelnya sekarang kak ? sudah selesai kah ?
di tnggu loohh... ^^

DIJA said...

Assalamualaikum Tante Enno...
apa kabarnya
tetep sehat kan???

Enno said...

@bay: makasih... :)

@nenes: aye! :))

@zahara: sudaaah :D

@dija: tante sehat, dija. alhamdulillah, makasih yaaa :*

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...