Wednesday, June 2, 2010

Espadrille, Bangles & Ponytail


Ia menatap saya dari atas ke bawah. Dari bawah ke atas, lalu berpindah menyamping. Tangannya terulur meraih bahu dan memutar tubuh saya ke belakang, lalu ke depan lagi. Mulutnya membentuk huruf O.

"Kamu jadi cewek!" Desisnya.
"Gendut?"
"Bukan, bukan. Tapi beneran cewek."
"Iya, gendut kan?"
"Bukan soal gendut. Siapa bilang sih kamu gendut? Kamu memang lebih berisi dibandingkan kemaren-kemaren. Tapi ini soal penampakanmu!"
"Dih, emang aku hantu! Penampakan!"
"Serius, Enno!"

Tapi saya tahu, ia benar. Teman saya yang setahun lalu nyaris menangis ketika saya bilang saya akan meninggalkan Jakarta itu benar. Ada yang agak berubah pada diri saya. Agak lho ya. Tidak drastis.

Barangkali ia melihat rambut saya yang diekor kuda. Ya, saya memanjangkan rambut dan sekarang sudah bisa diikat ke belakang dengan karet gelang. Barangkali karena gelang-gelang bangle di tangan saya yang bergemerincing saat kami berangkulan gembira. Atau karena ia melihat sandal espadrille lima senti saya, ya? Bisa jadi.

Sejak memutuskan menjadi pekerja nomaden dan tidak berkantor tetap lagi, saya tidak perlu berkamuflase menjadi seperti rekan-rekan kerja pria saya. Saya menanggalkan sepatu boot kulit, keds, tas ransel dan kemeja-kemeja unisex kebangsaan. Sebagai gantinya, saya pakai jins saya dengan rok-rok terusan pendek, sandal espadrille dan gelang-gelang yang gemerincing di tangan kanan. Saya lepaskan jam tangan persegi saya yang besar dan menggantinya dengan jam tangan kecil sekedarnya. Oh, saya bahkan tidak terlalu galak lagi karena hidup saya lebih santai dan bebas deadline.

He, ini cuma masalah penampakan (duh, ketularan istilah si teman). Saya tetap saya yang dulu. Yang suka naik gunung dan masuk gua, yang memasang sendiri instalasi kabel di kamar, merakit rak buku built-up, naik sepeda lepas stang sambil meluncur dari jembatan dan lebih suka berteman dengan laki-laki.

Tapi tak bisa dipungkiri, memang ada yang (agak) berubah pada diri saya.
Lihat saja. Di blog ini tiba-tiba ada gambar bunga, kan ^^.



Image and video hosting by TinyPic

11 comments:

kristiyana shinta said...

ahahhaaa, tapi engga salah kan kalo ada bunga di blog ini,, hheeh
aga cantik sedikit aja udah bikin pangling, gimana kalo cantiknya banyak :P
wehehehhe

-Gek- said...

Lagi jatuh cinta nich.. :)

k i i k i said...

hehehe,, perubahan yg positif kok kak,, :)

Arman said...

poto dong.. poto... :D

Gogo Caroselle said...

awww dr deskripsinya aja uda kerasa cantiknyaa hihi

Enno said...

@shinta: hihihi iya... kasian bgt sih aku, udah biasa kliatan ganteng neh hahaha

@gek: ah, udah lewat jatuhnya gek :P

@kiiki: iya nih :P

@arman: hah jgn! tar byk yg naksir! repot gue balesin imelnya wkwkwkwk

@gogo: masih agak ganteng kok go hahahaha

Freya said...

cinta memang bisa mengubah segalanya. Aye juga ke gituh, kak. Berubah jadi feminim gara-gara cinta. Tapi pas patah hati, jadi balik lagi ke semula wkwwkwkwk.

readhermind-dy said...

ada yg berubah, tp selama jd lebih baik. gapapa kan?!

aku pasang link kesini ya di blog aku.
:)

Enno said...

@freya: hahaha asumsinya! bukan karena cintrong neng... krn udah gak perlu kamuflase lagi :P

@dy: bener bangets! iya thx linknya ya, kamu jg udah ku-link :)

owly said...

uhuuuyyyy!! selama menjadi sesuatu yang positif sih, why not :)

Enno said...

hehehe iya ya jeng ... :P

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...