Thursday, December 30, 2010

Semalam di GBK


Semalam lautan merah ya di sana? Ya. Saya pernah menjadi bagiannya. Di stadion yang dibangun Bung Karno berpuluh tahun silam. Tempat saya nongkrong dan lari pagi setiap hari Minggu. Lautan merah. Membuat saya kangen hari-hari menggawangi rubrik olahraga.

Semalam, saya cuma bisa melihatnya di televisi. Teriak-teriak sendiri sambil mengunyah keripik dan minum kopi. Timnas kita berjuang dengan gagah berani. Sungguh, saya nelangsa sendiri. Biasanya saya di sana, duduk bersama yang lain di tribun wartawan. Saling menepuk bahu dengan rekan sejawat dan tertawa. Meneriaki jagoan kita, mengacungkan jempol pada pemain yang saya kenal. Duh, kangen saya membuncah!

Tapi bukan itu. Bukan itu yang mau saya catat tentang semalam. Saya cuma ingin bilang saya bangga kalian. Saudara-saudara sebangsa dan setanah air yang semalam melebur menjadi satu. Nasionalisme yang kental tercium hangat di udara, sampai ke ruang duduk saya, di rumah besar yang sepi ini.

Ternyata kita bisa akur kan. Bisa kompak dan bersatu. Bisa saling bertukar senyum dan sapa. Tak ada muslim dan non muslim. Tak ada pribumi dan nonpribumi. Tak ada Jakmania dan Bobotoh. Tak ada bonek, tak ada perusuh. Kita Indonesia. You guys, kenapa baru menyadarinya semalam? Kenapa setiap hari tidak bisa begitu? Kenapa hanya untuk sepakbola yang cuma beberapa minggu?

Sudahlah jangan pedulikan negara tetangga itu. Akui saja mereka sudah berjuang dengan baik. Sebaik kita yang hanya belum beruntung saja. Dan tidak usah ribut menyuruh seseorang mundur. Nanti juga dia mundur sendiri. Belum kena batunya saja dia itu.

Hey kalian, para abege! Meski tak jadi juara, masih cinta Irfan Bachdim? :)


PS: for Timnas Garuda and Mr Riedl, you guys, always the best! Next time will be better, right? ^^



Image and video hosting by TinyPic

12 comments:

dv said...

knp aku jd merinding bacanya yah? :D

timnas sudah menang krn berhasil menyatukan rakyat indonesia..
ga bs berhenti membayangkan permainan cantik semalam!

Anonymous said...

nice post....

Arman said...

setuju banget gua ama lu no...
kenapa bersatunya cuma karena nonton bola? sehari2 kenapa gak bisa selalu bersatu kayak begitu...

moga2 bukan euforia sesaat...

Desfirawita said...

semalam saya juga menonton sendirian dari rumah, mbak. rasanya terharu dan saya sempat menitikkan air mata. bukan karena kekalahannya tetapi bagaimana bangganya saya melihat begitu indahnya semua menyatu dengan semangat nasionalisme.
meski kalah, dengan ini setidaknya dunia bisa melihat, inilah Indonesia dengan Persatuannya.

Semangat terus garudaku...masih ada esok menanti kepakanmu....

^_^

kira said...

indonesia menang, tapi gak juara,
hehehehe
tapi kalo gak gitu, indonesia hny akan terbawa uforia,

Perempuan Bulan Mei said...

nice...

Hans Brownsound ツ said...

:D
menang kok enn! walau tanpa piala.
bangga banget sama mreka. di senayan mainnya manteb!

meskipun gak bawa piala, garuda tetep in my heart!

Enno said...

@all: hai semuaaa... thx komen2nya... kita doakan semoga Garuda menang di Sea Games taun ini yaaa ^^

Anonymous said...

enno cantik :)

Enno said...

ah kok bisa seyakin itu?

Arief Firhanusa said...

Enno, tulisan kamu selalu apik.

Enno said...

Mas arief... pa kabar mas? makasih ya masih menjenguk ke sini hehe... lha mas arief tulisane juga apik tapi malah jarang nulis sekarang :P

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...